Pengembang Sambut Dingin Pelonggaran LTV

Selasa, 21 Jun 2016 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali melakukan melonggarkan rasio maksimal pemberian kredit atau loan to value (LTV) dari 80 persen menjadi 85 persen. Ini artinya konsumen bisa membeli rumah dengan uang muka 15 persen dari sebelumnya 20 persen. Relaksasi LTV ini dikeluarkan berbarengan dengan penurunan suku bunga acuan BI  dari 6,75 menjadi 6,5 persen.

SERPONG LAGOON

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo, pelonggaran LTV menjadi 85 persen ini kebijakan tanggung. Ia menilai dampaknya tidak akan signifikan untuk kebangkitan sektor properti.

“Pemerintah seperti setengah hati, kalau seperti ini tanggung banget. Sudah tahu perekonomian kita masih lesu terlebih lagi sektor properti yang masih tertekan, seharusnya kalau pemerintah mau melakukan relaksasi konsumen cukup membayar depe 10 persen,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (21/6).

Uang muka 15 persen dinilai Eddy kurang ideal untuk mengangkat daya beli masyarakat. Ia menyayangkan pemerintah kurang tepat membaca situasi pasar properti saat ini. Pelonggaran LTV ini juga tidak akan serta merta mendongkrak pasar terlebih batasannya kurang ideal. Menurut Eddy, pemerintah tidak perlu khawatir penetapan depe kecil akan dimanfaatkan spekulan.  “Nanti kalau memang banyak spekulan yang beli seperti dikhawatirkan pemerintah tinggal diketatkan lagi aturannya. Sekarang yang penting bagaimana membuat sektor properti saat ini bergairah lagi karena penurunannya sudah terlalu dalam,” imbuhnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan