Penambahan dan Pelebaran Trotoar Jadi Prioritas DKI

Minggu, 23 Okt 2016 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih untuk menambah rasio trotoar ketimbang menambah rasio jalan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Menurutnya, mau ditambah seperti apapun rasio jalan di Jakarta tidak akan bisa mengejar pertumbuhan kendaraan sehingga macet tidak akan bisa diselesaikan.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Jadi desain makro jalan di Jakarta menurut kami saat ini sudah cukup khususnya dengan penambahan enam ruas jalan tol dalam kota dan dua outer ring road. Kami akan konsisten untuk membangun dan melebarkan trotoar untuk antisipasi macet Jakarta,” ujarnya kepada media di Balaikota, pekan ini.

Selanjutnya untuk mengatasi macet Jakarta yang akan diperbanyak adalah memperbaiki dan menambah angkutan massal. Pembangunan maupun pelebaran trotoar ini, Ahok menyebutnya meniru konsep jalan di negara-negara Eropa. Nantinya, trotoar ini akan menghubungkan seluruh jalan dengan fasilitas transportasi masal seperti Transjakarta, kereta, LRT, maupun MRT.

Untuk proyek percontohan saat ini tengah dibangun pelebaran trotoar di Jati Baru, Tanah Abang, dan di depan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Selain itu trotoar di sepanjang koridor bisnis Sudirman-Thamrin juga akan diperlebar. Ke depannya seluruh trotorar di Jakarta akan memiliki lebar 1,5-5 m dan di beberapa lokasi yang memungkinkan akan disediakan juga tempat untuk berjualan pedagang kaki lima (PKL).

“Jadi sekarang program Dinas Bina Marga DKI melakukan perbaikan di 42 titik trotoar dan ini akan terus bertambah hingga tahun depan. Pokoknya kita tiru Eropa, di sana juga yang ditambah rasio untuk pejalan kaki bukan untuk kendaraan, jadi biar merangsang orang untuk berjalan kaki dan menggunakan kendaraan umum,” tandasnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan