Perabot Ramah Anak

Selasa, 27 Des 2016 | Penulis: Aniza, Nadya

Housing-Estate.com, Jakarta - Perhatikan bentuk dan material perabot. Cek juga secara berkala kondisinya.

perabot-ramah-anak

Perabot dan aksesoris kamar anak, terutama anak usia 2–5 tahun, perlu sekali diperhatikan segi keamanannya. Risiko anak terantuk meja/kursi atau terkena pecahan kaca saat berlarian/bermain harus dipertimbangkan. Karena itu untuk ruang anak pilih perabot yang meminimalisir bahaya itu. “Jadi tidak hanya layout ruangnya yang diatur, tapi juga perabot (dan aksesoris)-nya,” kata arsitek Ardiansyah yang juga Wakil Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam acara Design Week di Jakarta akhir Juli. Arsitek sekaligus pendiri Simpliture Design+Branding (Jakarta) Ivon De Santo menambahkan, perabot juga perlu memperhatikan fungsi atau kegunaannya. “Apakah untuk jangka waktu lama atau hanya selama usia balita. Pilihannya tentu akan berbeda,” katanya. Berikut tipsnya.

Bahan Yang Aman

bahan-yang-aman

Anak-anak terbilang aktif dan dinamis. Mereka suka berlari ke segala penjuru tanpa berpikir akan terjatuh atau terantuk. Karena itu perabot di rumah, apalagi di kamar anak, kata Ardiansyah, sebaiknya tidak terbuat dari kaca tapi kayu yang lunak dan hangat. Kalaupun harus dari kaca, pilih kaca akrilik yang kuat dan lentur atau tempered glass yang kalau pecah, serpihannya tidak melukai. Perabot berbahan logam seperti alumunium atau stainless tidak dianjurkan. “Kecuali bentuknya membulat atau kurva (misalnya untuk kaki meja),” kata Ivon. Pastikan juga finishing perabot seperti cat tidak dari bahan berbahaya yang mengandung merkuri atau timbal dan tajam baunya, serta tidak menempel di tangan saat diusap. Anak-anak suka memasukkan tangannya ke dalam mulut.

Laman: 1 2 3 4 5

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan