Lebih Untung Membeli Apartemen Dengan KPA

Selasa, 10 Jan 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Pembelian apartemen di Indonesia selama ini didominasi cara pembayaran cicilan bertahap kepada pengembang. Umumnya DP-nya 20 persen diangsur 24-36 kali, sisanya dicicil, misalnya 60 kali (5 tahun). Pembayaran bertahap ini merupakan solusi bagi pengembang dalam memasarkan produknya karena bank dilarang memberikan kredit untuk pembelian apartemen belum jadi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Setelah uang mukanya lunas dan pembangunannya selesai konsumen dapat mengajukan KPA (kredit pemilikan apartemen) ke bank. Tapi tidak ada jaminan bagi konsumen akan dapat kredit dari bank. Selain itu  pembelian tunai bertahap juga lebih berisiko. Sebab, tidak ada jaminan proyeknya dibangun tepat waktu atau risiko paling buruk proyeknya batal dibangun. Sementara uang konsumen sudah terlanjur masuk ke pengembang.

Padahal pembelian dengan KPA cukup menguntungkan konsumen karena bunga bank terus mengalami penurunan. Bila ada kemudahan dari perbankan dalam memberikan KPA konsumen dipastikan akan lebih tertarik membeli dengan kredit.

“(Bila itu yang terjadi) dominasi pembayaran tunai bertahap atau installment perlahan-lahan akan berkurang dan lebih banyak menggunakan KPA. Konsumen juga lebih aman karena ada jaminan dari bank,” ujar Ferry Salanto, Senior Associate Director Colliers International Indonesia (CII),  kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (10/1).

Ferry memprediksi situasi pasar apartemen  tahun ini masih berat. Ini karena banyaknya suplai baru dan adanya kelebihan pasok tahun lalu sebesar 17 persen.  “Bagi konsumen situasi ini baik saja karena ada peluang untuk negosiasi harga. Pengembang membutuhkan likuiditas dan konsumen punya posisi tawar lebih besar,” imbuhnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan