Chinchilla Resto Menikmati Waffle di Rumah Hutan

Selasa, 7 Feb 2017 | Penulis: Putri

Tidak hanya waffle dengan beragam topping dan rasa, interior resto juga menyenangkan.

Housing-Estate.com, Jakarta - Sejumlah mini sound di dinding pojok ruangan terdengar nyaring menyuarakan lagu Somebody That I Used to Know dari Gotye feat Kimbra, mengiringi karyawan memasak di atas kompor listrik. Sementara beberapa pengunjung asyik menikmati suasana sembari menanti hidangan tersaji. Ada yang mengobrol sambil tetap mengutak-atik ponsel pintarnya, ada pula yang sibuk mencari spot terkeren untuk selfi. Begitulah antara lain suasana Chinchilla Resto, restoran khusus waffle di lantai tiga Grand Metropolitan Mall, Jalan Kali Malang, Bekasi-Jawa Barat.

Chinchilla-Resto-Menikmati-Waffle-di-Rumah-Hutan-3

Waffle adalah kue dari adonan seperti pancake yang dimasak dalam cetakan waffle agar memberikan bentuk, ukuran, karakteristik, dan motif tertentu. Bentuknya bisa kotak, segitiga, bulat, dan lain-lain. Sebelum disantap, kue diguyur aneka topping seperti saus karamel, coklat, sirop, marshmallow, dan lain-lain. Waffle biasanya dinikmati saat masih hangat sebagai teman minum kopi.

Homey and cozy

Chinchilla-Resto-Menikmati-Waffle-di-Rumah-Hutan

Chinchilla tidak hanya menyajikan waffle, tapi juga suasana ruang yang menyenangkan bagi pengunjung. Ide desain dan nama resto terinsipirasi dari Chinchilla, hewan pengerat mirip hamster yang lucu dari Amerika Selatan. “Hewan lincah dan tangkas itu hampir punah. Jadi resto ini juga sebagai awareness (pengingat),” kata Andriani Widya, pemilik Chinchilla Resto. PT Akrea Citra Selaras yang ditunjuk sebagai konsultan arsitek sekaligus desainer interior, meracik interior resto menyerupai rumah Chinchilla itu.

Dari luar resto terlihat mirip rumahrumah hutan. Material kayu dan batu bata menyelimuti dinding dan plafon bangunan. Dua meja dan tujuh kursi kayu jati solid diletakkan di teras bangunan, lengkap dengan pagar kayu mungil dan aksen tali tambangnya. Agar kesan teras rumah kian kuat, sejumlah tanaman imitasi diletakkan di sebelah pintu masuk. Sementara lantainya dilapisi keramik motif batu alam yang mencuatkan aura natural.

Tempat terbuka

Chinchilla-Resto-Menikmati-Waffle-di-Rumah-Hutan-2

Masuk ke ruang dalam, semerbak wangi adonan waffle langsung menyeruak dari dapur resto berkapsitas 13 meja dan 40 kursi ini. Suasananya homey seperti di dalam rumah sendiri. Empat meja di antaranya diletakkan di area yang lebih terang dinaungi pergola, tanaman rambat dan gantung, rumah burung, serta lampu taman artifisial, yang diplot seolah- olah sebagai taman belakang rumah.

Warna coklat dinding dan plafon kayu serta merah bata di sebagian dinding menambah kehangatan suasana ruang. Hiasan guci-guci mungil berbentuk Chinchilla sampai piring gelas imitasi yang disematkan di dinding makin memeriahkan suasana. “Desainnya memang seperti rumah supaya pengunjung lebih enjoy,” kata Rani yang lulusan jurusan arsitektur Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT) Australia itu.

Sebuah pantry berwarna coklat di sebelah ruang kasir difungsikan sebagai tempat memasak. Plafon pantry dibuat menyerupai waffle kotak-kotak. Proses mencetak waffle sengaja dilakukan di tempat terbuka agar pengunjung mendapat pengalaman menarik selama menikmati sajian kuliner Chinchilla.

Resep Keluarga

Restoran ini digagas Rani untuk mendukung keberadaan warung kopi L’Diara Coffee di sebelahnya yang dikembangkan Rani dan keluarganya lebih dulu (juga di bawah PT Harmoni Dinamika). “Kita mau membuat sesuatu yang men-support L’Diara Coffee,” katanya. Waffle adalah pilihan yang cocok. Selain ringan, bentuknya lucu dengan motif kotak-kotak. Rasanya tidak jauh berbeda dengan pancake. “Hanya waffle lebih bertekstur, ada jeglokan-jeglokan-nya, pancake lebih smooth,” ujar perempuan 23 tahun ini.

Semua proses memasak kue dilakukan Rani sendiri dibantu ibunya dan beberapa karyawan yang sebaya dengan dirinya. Resepnya milik keluarga Rani turun temurun. “Adonan waffle sampai saus coklat dan karamelnya home made agar rasa rumahnya lebih terasa,” katanya. Salah satunya Little Chilla (Rp44.000) berupa empat potong waffle mini yang disiram saus karamel dan coklat ditambah marshmallow. Lembut dengan sedikit sensasi renyah dan tidak terlalu manis.

Ada juga Alice in Wonderline (Rp50.000), waffle bulat dengan topping vanilla ice cream, saus coklat, potongan buah pisang dan stroberi. Lembut dan segar. Yang lain, Miss Tuna (Rp35.000) berisi ikan tuna pedas dan Mr Coknat (Rp35.000) yang dilelehi cokelat. Bentuknya agak mungil berwarna coklat agak kekuningan. Juga lembut dengan sentuhan pedas-asin tuna dipadu manis-pahit cokelat.

Sumber : Majalah Housing Estate Edisi Januari 2016

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan