Ingat Program ABRI Masuk Desa? Sekarang Gantinya TMMD

Kamis, 9 Mar 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Di zaman pemerintahan Presiden Soeharto, ada istilah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)  Masuk Desa (AMD) yaitu tentara (TNI) barsama masyarakat membangun infrastuktur pedesaan mulai membangun jalan, jembatan, perbaikan rumah, pengairan, dan sebagainya. Program ini masih ada dengan istilah sekarang TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Ilustrasi : TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)

Ilustrasi : TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Mulyono, program AMD sudah bergulir sejak tahun 1978 dan saat ini bernama TMMD dan program ini terus berlanjut. Sudah banyak MOU yang diteken dengan berbagai daerah dan hingga saat ini sudah ribuan km jalan yang dibangun dan program pembangunan fisik lainnya di pedesaan yang dikerjakan oleh TNI dan masyarakat.

“Konsep TMMD ini sangat baik karena usulannya datang dari jajaran yang paling bawah mulai Babinsa, Kodim, Koramil, hingga terus ke atas. Jadi yang kami lakukan ini skala mikro namun programnya sangat riil karena menyentuh langsung masyarakat pedesaan. Program ini juga diperbanyak dari 2 kali setahun menjadi 3 kali setahun dengan jangka watu dari 21 hari menjadi 30 hari,” ujarnya saat rapat koordinasi teknis (Rakornis) TMMD di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Jakarta, Kamis (9/3).

Kendati bersifat mikro, program pekerjaannya sendiri bisa diteruskan untuk dikerjakan dengan skala yang lebih besar dengan alokasi pasukan TNI yang lebih besar pula. Program TMMD hingga saat ini sudah terlaksana hingga 98 kali. Rakornis ini untuk melibatkan seluruh stakeholder baik kementerian/lembaga maupun daerah sehingga pengelolaan dana TMMD juga bisa lebih optimal selain bisa lebih tertib administrasi. Berbagai programnya juga disinkronkan dengan beberapa program Kemenpupera sehingga lebih tepat sasaran dan maksimal.

Menpupera Basuki Hadimuljono juga menambahkan, TMMD menjadi program terpadu lintas sektor yang sangat baik untuk meningkatkan akselerasi pembangunan pedesaan khususnya di daerah tertinggal, terisolasi, perbatasan, daerah kumuh perkotaan, dan daerah rawan ataupun terdampak bencana.

“TMMD ini bisa menjadi vehicle untuk program pembangunan dan pengembangan proyek infrastruktur. Menurut saya TNI yang kuat bukan hanya dari persenjataannya, tapi bagaimana bisa berbaur dengan rakyat untuk bekerja dan membuat kesejahteraan lebih merata, itu juga menguatkan negara,” imbuhnya.

Ada banyak program, sistem, maupun teknologi yang dimiliki Kemenpupera untuk mempermudah pekerjaann terkait program TMMD ini. Basuki mengebut pihaknya memiliki teknik pembuatan jembatan gantung yang sangat cepat untuk menyambungkan 2 desa yang terputus ataupun terisolir.

“Jadi banyak hal yang bisa dilakukan oleh TNI dan masyarakat. Jembatan gantung yang kita punya itu installment-nya mudah dan cepat, jadi seperti jembatan gantung di film Indiana Jones. Kita juga punya teknologi precast untuk membangun rumah dengan sangat cepat. Sejak tahun 2015 sudah banyak yang dikerjakan bersama TNI, bangun jalan, perumahan, perawatan Ciliwung, dan sebagainya,” tandas Basuki.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan