2017, Kemenpupera Akan Bangun 13.253 Unit Rusun

Jumat, 14 Jul 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) tahun ini menganggarkan  Rp8,2 triliun untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebanya 95 persen dana tersebut atau senilai Rp7,86 triliun akan digunakan untuk pembangunan fisik seperti rumah susun (rusun), rumah khusus, rumah swadaya, dan bantuan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU). Sisanya untuk pembangunan non fisik.

Ilustrasi pembangunan rusun

Ilustrasi pembangunan rusunawa

“Penggunaannya hampir 54 persen akan difokuskan untuk pembangunan perumahan di Indonesia bagian timur, sisanya baru untuk wilayah barat,” ujar Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera di Gedung Parlemen Senayan, Kamis (13/7).

Anggaran yang cukup besar ini diharapkan menjadi stimulus bagi semua pemangku kepentingan untuk menggerakkan pembangunan perumahan. Syarif menyatakan dana sebesar itu sebetulnya masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat yang jumlahnya sangat banyak. Untuk itu  perlu peran lebih aktif dari pemerintah daerah (pemda), pengembang, perbankan, dan masyarakat untuk mendorong pembangunan perumahan di seluruh wilayah Indonesia.  Anggaran Rp7,6 triliun itu akan dipakai Kemenpupera membangun hunian sebanyak 142.336 unit.

Hunian yang akan dibangun itu ditujukan untuk pekerja industri 377 unit, PNS 522 unit, mahasiswa 885 unit, santri 570 unit, dan TNI/Polri 130 unit.  Alokasi paling banyak untuk nelayan 2.731 unit, masyarakat di daerah tertinggal 1.410 unit, masyarakat terdampak pembangunan 547 unit, daerah perbatasan 395 unit, dan kalangan MBR lain 10.769 unit.

Fisik yang dibangun berupa rusun sebanyak 13.253 unit, rumah khusus 5.083 unit, rumah swadaya 110 ribu unit, dan bantuan PSU 14 ribu unit. Penerima manfaat terbesar rumah swadaya di  kawasan tidak layak huni sebanyak 106.757 unit, penanganan kumuh 1.116 unit, dan pengembangan kawasan pariwisata 2.127 unit.  “Hingga Juli 2017 progres fisik pembangunan perumahan sudah 42,5 persen. Tragetnya akhir tahun ini seluruh program bisa diselesaikan dan dapat  dimanfaatkan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan