Melongok Rumah Jepang, Lahannya Kecil, Tamannya Luas

Kamis, 3 Agu 2017 | Penulis: Prasojo

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Hunian super kompak menjadi solusi di tengah semakin mahal dan terbatasnya tanah di perkotaan. Bangunan dibuat secukupnya di lahan kecil. Seperti rumah Jepang di Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan,  dengan rancangan baik rumah tetap nyaman, sehat, dan seluruh fungsi hunian terpenuhi. Luas kavelingnya 60 m2 (5×12), bangunan 87 m2. Disebut rumah Jepang karena rumah tipe Hikari di cluster Piazza  ini dirancang Osamu Nishida, arsitek Jepang yang menyabet sejumlah penghargaan internasional.

 Fasad rumah simpel modern

Fasad rumah simpel modern

Dilihat dari luar tampilannya seperti rumah urban pada umumnya, simpel dan modern. Tapi masuk ke dalam baru terasa bedanya. Di belakang ada taman cukup luas yang menjadi sumbu kenyamanan seluruh sudut rumah. Osamu merancang rumah compact minimalist ini menjadi tiga lapis. Massa bangunannya dipecah menjadi dua bagian depan dan belakang tanpa meninggalkan kesan terpisah. Di lantai dua dan seterusnya kedua massa bangunan dirangkum tangga berkonstruksi baja dengan anak-anak tangga dari material kayu. Bangunan di depan dibuat dua lantai, belakang tiga lantai. Area tangga itu sekaligus menjadi void sehingga setiap lantai mendapat pencahayaan cukup.

Tanpa carport

Area carport  ditiadakan sehingga  massa bangunan ditarik lebih ke depan. Sebagai ganti carport di dalam klaster disediakan carpool untuk parkir bersama. Level lantai dua di bagian depan dan belakang dibedakan.  Di depan lebih tinggi sekitar 60 cm sehingga tangga penghubungnya cukup datar  dan nyaman dilewati dari kamar utama ke kamar mandi yang berada di level sama di depan dan belakang.

Ruang tamu terbuka dan view-nya menghadap taman

Ruang tamu terbuka dan view-nya menghadap taman

Tidak seperti rumah pada umumnya, pintunya ditempatkan di samping agak belakang. Dari pintu masuk yang desainnya dibuat miring seluruh ruang langsung terlihat, seperti ruang keluarga, ruang makan, tangga, dan dapur. Demikian juga dari taman belakang, semuanya tampak transparan. Hampir seluruh dinding serba kaca sehingga ruang dalam seolah menyatu dengan taman. Yang tertutup dinding masif hanya kamar tidur  dan dinding ruang keluarga yang menghadap jalan.

Lebih tipis

Keberanian Osamu mengiris massa bangunan bagian belakang menjadi lebih tipis (lebar 2,6 m) menjadi rahasia rumah ini lebih nyaman dan terbuka. Ia bisa menghadirkan taman cukup luas 6×2,4 m (termasuk teras). Dapur menghadap taman dengan bukaan lebar. Satu area dengan dapur terdapat ruang makan kecil, toilet, dan gudang tersembunyi. Di lantai dua bagian belakang untuk untuk kamar pembantu dan area cuci. Lantai paling atas diisi dua kamar anak ukuran tidak terlalu luas.

Tangga menuju area cuci dan kamar pembantu berada di area taman

Tangga menuju area cuci dan kamar pembantu berada di area taman

Ruang keluarga merangkap ruang tamu cukup luas (3×3,8) dapat diisi sofa tiga dudukan ditambah single chair di dekat tangga, tatakan TV, dan pajangan pernak-pernik. Ruang makan dekat pintu masuk diisi meja makan mungil empat dudukan. Seluruh perabotan di kamar anak serba built in untuk menyesuaikan dengan ukuran yang terbatas. Sementara kamar utama yang dilengkapi balkon masih cukup nyaman diisi ranjang cukup besar dan lemar pakaian.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan