Tidak Hanya Indonesia, Negara Lain Juga Jadi Target Mega Proyek Developer China

Selasa, 8 Agu 2017 | Penulis: Nta

Housing-Estate.com, Jakarta - Sejak satu dekade terakhir penduduk kaya Tiongkok ramai-ramai menanamkan duit di manca negara. Tidak hanya investor individual, tapi juga perusahaan pengembangnya. Yang mereka kembangkan mulai apartemen, proyek multifungsi (mixed use development), sampai kota baru dengan investasi puluhan sampai ratusan triliun rupiah. Kalau di Indonesia, khususnya di megapolitan Jabodetabek, mereka mengembangkan Lavon Swan City, Damoci, Jakarta Star Living, dan lain-lain dengan investasi hingga puluhan triliun, di negara lain jauh lebih besar lagi.

online-megaproyek

Europa City (Perancis)

Salah satunya Europa City (79,9 ha) di Perancis dengan nilai investasi USD3,4 miliar atau sekitar Rp45,3 triliun, besutan konglomerat barang kebutuhan harian Auchan Holding SA dan Dalian Wanda Group Co, perusahaan pengembang milik Wang Jianlin.

Proyek multifungsi yang dimulai tahun lalu itu berlokasi di kawasan pedesaan Triangle de Gonesse, utara Perancis. Proyek dirancang biro arsitek asal Denmark, Bjarke Ingels Group (BIG) yang salah satu karyanya adalah markas besar Google di California, Amerika Serikat (AS).

Europa City dikembangkan dengan maksud membuat tempat tujuan baru di pinggir kota demi mengurangi beban lalu lintas di pusat kota Paris yang sudah macet. Karena itu selain aneka jenis hunian, Europa City juga akan berisi toko-toko, restoran, aneka plaza, taman bermain bertema yang berisi antara lain seluncuran es artificial, dan lapangan golf mini. Proyek terkoneksi dengan stasiun transit angkutan umum dengan target selesai tahun 2024.

New Cairo Capital (Mesir)

Proyek lain adalah New Cairo Capital di Mesir yang disiapkan menjadi ibukota negara yang baru. Lokasinya di sebelah timur pusat bisnis kota eksisting di Cairo, dengan luas total 70.000 ha yang terbagi dalam 21 distrik hunian yang diproyeksikan bisa menampung hingga 5 juta orang. Kota baru itu akan dilengkapi 1.250 masjid dan gereja, pusat konferensi berkapasitas 5.000 tempat duduk, 2.000 sekolah dan kampus perguruan tinggi, 600 pusat kesehatan, serta taman kota yang akan disebut-sebut sebagai yang terlapang di dunia.

Kota baru itu dibuat karena Kairo lama dinilai sudah tidak nyaman lagi dihuni: lalu lintasnya macet, berpolusi tinggi dan harga rumahnya sudah sangat mahal. Menurut Menteri Perumahanan Mesir Mostafa Madbouly, total investasi New Cairo Capital mencapai USD45 miliar atau hampir Rp600 triliun. The China Fortune Land Development Company, investor Tiongkok yang digandeng pemerintah setempat sebagai pengembang utama, siap menggelontorkan dana hingga USD20 miliar.

Selain investor Tiongkok, akan bergabung juga investor asing lain seperti dari India yang mau mengembangkan pusat kesehatan, dan dari Arab yang akan membangun masjid dan pusat budaya Islam di lahan seluas 12,6 ha. Proyek kota baru itu sudah dimulai tahun 2015 dan direncanakan selesai tahun 2022.

Forest City (Malaysia)

Di negeri jiran Malaysia, tepatnya di Johor Bahru, Country Garden, pengembang asal China lainnya, mengembangkan Forest City. Proyek bernilai USD100 miliar ini dikembangkan di empat pulau hasil reklamasi seluas total 1.400 ha di kawasan Iskandar City di perbatasan dengan Singapura. Pembangunannya sudah dimulai tahun lalu dan disebut-sebut sebagai investasi terbesar pengembang Tiongkok di luar negeri. Direncanakan rampung tahun 2040, isinya antara lain kompleks apartemen, gedung-gedung perkantoran, pusat-pusat belanja, aneka jenis toko, sekolah dan taman kota. Dapat menampung kira-kira 700.000 jiwa, kepadatannya akan lebih tinggi daripada kawasan Manhattan, New York, AS.

Dalam negeri sendiri

Meski pasar propertinya sedang redup, di dalam negerinya pun developer Tiongkok masih terus mengembangkan proyek baru. Salah satunya Todtown di distrik Minhang, di atas stasiun Xinzhuang, pusat persilangan lima jalur kereta komuter dan kereta cepat antar-kota yang sangat penting di Shanghai. Sesuai namanya, proyek dikembangkan dengan konsep transit oriented development (TOD).

Proyek multifungsi itu akan merangkum 1.000 unit apartemen, lebih dari 120.000 m2 pusat belanja plus 54.000 ruang ritel dan 50.000 m2 ruang kantor, hotel bintang lima dengan 270 kamar, pusat budaya dan seni seluas 5.000 m2, taman luas yang tersebar hingga ke atap bangunan, dan ruang parkir berkapasitas 3.300 kendaraan.

Rencana induk proyek senilai USD1,5 miliar atau hampir Rp20 triliun itu dikerjakan Goettsch Partners, Chicago (AS), dan Lead 8, konsultan perencana yang bermarkas di Hong Kong. Pengembangnya Sun Hung Kai Properties asal Hong Kong bersama Shanghai Industrial Urban Development Group (SIUD), anak usaha Shanghai Industrial Holdings. Todtown yang sudah mulai dibangun sejak 2014 itu ditargetkan selesai tahun 2020.

Sumber : CNN, BBC, dan lain-lain

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan