Harga Lebih Rendah, Kualitas Lebih Bagus, Damoci Bisa Jual 1.000 Unit Apartemen

Rabu, 16 Agu 2017 | Penulis: Putri

Housing-Estate.com, Jakarta - China Communications Construction Group (CCCG) melalui anak usahanya PT China Harbour Jakarta Real Estate Development, resmi memulai pembangunan superblok Daan Mogot City (Damoci/16 ha) di koridor Jl Daan Mogot KM 16, Jakarta Barat. Pembangunan terbagi dalam empat tahap. Tahap pertama dikembangkan delapan menara apartemen dengan tiga menara pertama (Bluefinch, Albatros, Canary) berisi 1.000 unit hunian diklaim ludes terjual sejak dipasarkan Oktober 2016.

Sejumlah konsumen Daan Mogot City menghadiri peluncuran menara apartemen ke-4 Dove sekaligus seremoni pemancangan tiang pertama tiga menara sebelumnya Bluefinch, Albatros dan Cannary di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (12/8/2017)

Sejumlah konsumen Daan Mogot City menghadiri peluncuran menara apartemen ke-4 Dove sekaligus seremoni pemancangan tiang pertama tiga menara sebelumnya Bluefinch, Albatros dan Cannary di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (12/8/2017)

Belum lama dipasarkan menara keempat Dove (300 unit) yang menawarkan tipe studio dan dua kamar seluas 26 dan 55 m2 seharga Rp18 juta/m2. “Apartemen kami disukai orang Indonesia khususnya Jakarta, karena luasnya nggak terlalu besar sehingga harganya nggak terlalu tinggi. Apartemen di kawasan ini rata-rata sudah di atas Rp20 juta per meter. Kami berani di bawah itu dengan konsep yang sama, bahkan lebih bagus,” kata Sun Guang Yu, General Manager Executive CCCG, kepada housing-estate.com di Jakarta, akhir pekan lalu.

Yang juga membuat konsumen suka, Damoci dikembangkan dengan konsep 4H: health (sarana kesehatan), happiness (sarana kegiatan yang menyenenagkan), heritage (area kesenian) dan high quality education (menyediakan institusi pendidikan yang baik). “Kalau lokasi sama-sama baguslah dengan proyek lain. Nggak mungkin pengembang bangun apartemen di lokasi yang nggak bagus. Bedanya, kami beli tanah pakai duit sendiri. Artinya kita punya nafas panjang (modal kuat). Itu membuat konsumen percaya dengan (komitmen) kami,” ujarnya. Dalam Fortune 500 tahun 2015, CCCG berada di peringkat 165 dengan asset lebih dari Rp1.860 triliun lebih.

Menurut Yu, Cina dan Indonesia adalah negara yang sama-sama berkembang, sehingga sebagai developer ia merasa lebih paham kebutuhan masyarakat Indonesia ketimbang developer asal Jepang dan Korea yang negaranya lebih maju. “Apalagi kami punya pengalaman sebagai kontraktor infrastruktur selama 20 tahun di Indonesia,” ungkapnya mengenai grup usaha yang antara lain membangun Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura), JICT Jakarta dan jalan tol Kualanamu (Merdan) itu. CCCG menyiapkan USD200 juta atau sekitar Rp2,6 triliunan untuk membangun keempat menara apartemen itu dengan target rampung tahun 2019 dan mulai diserahterimakan tahun 2020.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan