Bukan Vila atau Kondotel, Agung Panorama Tawarkan Office Resort di Bali

Jumat, 8 Sep 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Kalau pengembang lain mengembangkan vila, kondotel, dan properti wisata lainnya di Bali, PT Agung Panorama Propertindo (APP) justru menawarkan perkantoran di daerah wisata paling favorit di Indonesia itu.

“Kawasan wisata seperti Bali juga butuh fasilitas perkantoran. Selama ini perkantoran di Bali seperti rumah biasa atau ruko yang kurang representatif. Kami mencoba berpikir out of the box dan melihat potensi kebutuhan perkantoran dengan kriteria terentu. Makanya kami bersiap meluncurkan Crea, proyek perkantoran berkonsep resort office di Nusa Dua,” kata Joseph Effendy, Direktur APP, saat bertandang ke kantor HousingEstate di Jakarta, Jumat (8/9).

Tampak depan bakal gedung The Nusa Dua Crea 24/7 Office Resort yang rencananya dibangun di kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung, Bali. Foto: Dok. PT Agung Panorama Properti

Tampak depan bakal gedung The Nusa Dua Crea 24/7 Office Resort yang rencananya dibangun di kawasan ITDC, Nusa Dua, Badung, Bali. Foto: Dok. PT Agung Panorama Properti

Crea dibangun di atas lahan 6.000 m2 setinggi empat lantai dengan luas total 12.000 m2. Lokasinya berada satu kawasan dengan Mal Bali Collection di ITDC Nusa Dua yang disebut sebagai pusat kawasan wisata Bali yang sudah sangat established.

Perkantoran di Bali, jelas Joseph, tidak bisa mengadopsi konsep perkantoran biasa seperti di pusat bisnis pada umumnya. Crea dikonsep dengan interior yang menunjang kreatifitas pekerja dan bisa digunakan untuk bekerja selama 24 jam. Khususnya di Bali, kebanyakan orang bekerja bukan dalam office hour tapi mengikuti waktu saat mood-nya paling baik. Karena itu konsepnya 24 hour office resort dengan banyak fasilitas dan panorama untuk meminimalisir rasa jenuh.

Crea akan menyediakan 30 unit ruang kantor per lantai selain fasilitas ruang pertemuan dan function room. Luasnya 60 – 200 m2 per unit seharga mulai dari Rp27 juta/m2. Statusnya sewa jangka panjang (lease hold) selama 50 tahun yang bisa diperpanjang, karena status tanahnya tetap milik pemerintah.

“Sekarang kami masih tahap sosialisasi untuk memperkenalkan konsep ini dan sudah banyak yang tertarik dan mulai memesan. Targetnya tahun ini bisa mengantongi pemesanan hingga 60 persen dari yang kami tawarkan sehingga kami bisa langsung membangun proyek,” jelasnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan