Philips Terangi Enam Desa di Sumut dengan Lampu Tenaga Surya

Selasa, 12 Sep 2017 | Penulis: Diyah

Housing-Estate.com, Jakarta - Philips Lighting mengumumkan rampungnya tahap pertama implementasi program “Kampung Terang Hemat Energi” 2017-2018 di Sumatera Utara. Philips mencanangkan program sejak awal Agustus untuk menerangi sekitar 25 desa yang belum teraliri listrik di Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku selain Sumatera Utara. Philips Lighting menargetkan membuat 2.886 titik lampu baru dalam periode itu atau 10 kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang tercipta pada periode program tahun 2015 di Sulawesi Selatan.

Head of Communications Philips Lighting Indonesia Lea K Indra didampingi Camat Kutalimbaru Darwis M Sianipar dan Kepala Desa Sukadame Doanta Sinulingga serta Perangkat Desa Sukadame dan Dusun Namo Mira

Head of Communications Philips Lighting Indonesia Lea K Indra didampingi Camat Kutalimbaru Darwis M Sianipar dan Kepala Desa Sukadame Doanta Sinulingga serta Perangkat Desa Sukadame dan Dusun Namo Mira

Philips Lighting Indonesia bermitra dengan Kopernik, LSM lokal bidang teknologi yang memberdayakan penduduk desa terpencil, menciptakan 447 titik lampu baru untuk perumahan, fasilitas umum dan jalan di 11 dusun di enam desa di Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat, seperti Sukadame, Naga Timbul, Ketangkuhen, Rumah Sumbul, Namo Sialang dan Sei Serdang.

“Program berhasil mengganti lampu minyak tanah dan lilin dengan sistem pencahayaan LED Philips berbasis tenaga surya. Kini penduduk desa punya akses pada sumber pencahayaan berkelanjutan yang memungkinkan mereka beraktivitas hingga malam hari,” kata Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia (PLI) dalam rilis di Jakarta pekan lalu.

Philips Lighting memberikan sistem pencahayaan Philips LifeLight untuk rumah yang bersinar 10 kali lebih terang dibanding lampu minyak tanah, Solar LED Road Light untuk jalan desa, serta Solar Indoor Lighting System yang dapat dipasang di rumah dan fasilitas umum. Salah satu fitur yang terintegrasi pada sistem adalah port USB yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai ponsel di rumah.

Dusun Namo Mira di desa Sukadame adalah salah satu contoh dusun terpencil yang menjadi salah satu penerima bantuan program. Terletak sekitar dua jam berkendara dari Medan, 200 penduduk dusun ini belum pernah menikmati terang lampu listrik di waktu malam. “Sekarang kampung kami sudah terang. Kami senang sekali, tidak perlu takut keluar malam, dan kegiatan warga seperti rapat di balai desa bisa dilakukan (malam hari),” kata Kepala Dusun Namo Mira Parman Silalahi. Diyah

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan