Smarthome Efektif Menghemat Energi, Bukan Keren-Kerenan

Rabu, 13 Sep 2017 | Penulis: Diyah

Housing-Estate.com, Jakarta - Digitalisasi merambah ke semua bidang termasuk penggunaan listrik di rumah. Salah satunya melalui aplikasi rumah pintar atau smarthome yang menghubungkan berbagai piranti listrik di rumah dalam satu sistem pengendalian. Dengan cara itu menyalakan dan mematikan piranti (device) seperti lampu, AC, hingga TV menjadi lebih mudah karena dapat diatur dalam aplikasi ponsel pintar atau satu panel digital. Level cahaya lampunya juga bisa diatur dengan sistem dimmer dan sensor sesuai kebutuhan.

Ecohome Residence CitraRaya

“Aplikasi ini cocok untuk rumah generasi milenial karena mereka yang paling ngerti dunia digital,” kata Ferry Kurniawan, Marketing Manager Schneider Indonesia, dalam pameran listrik dan energi di Jakarta beberapa waktu lalu. Schneider (Perancis) sendiri menawarkan sistem otomatisasi rumah dalam rangkaian Ulti EzInstall3 Wireless Home Control yang terhubung dengan sistem gelombang radio dan Zigbee, sistem penerima sinyal berupa kotak kecil yang bisa menghubungkan hingga 30 perangkat (device).

Saat ini smarthome paling banyak digunakan untuk mengatur lampu dan AC baik di rumah tapak maupun apartemen. “Jadi nggak ada alasan lupa matiin lampu atau AC saat keluar rumah, karena itu bisa dilakukan dari mana saja. Jadi, (dengan smarthome) benar-benar jadi lebih hemat listrik, bukan buat keren-kerenan” ujar Ferry.

Bahkan, tersedia juga aplikasi video door station berupa sistem kamera di pintu depan yang bisa memberi informasi secara online siapa yang bertandang ke rumah, melalui notifikasi di ponsel pintar berupa sajian gambar dan suara. “Kita bisa langsung tahu siapa yang datang walaupun kita nggak ada di rumah. Jadi, kita bisa menjawab melalui aplikasi perekam suara yang akan terdengar langsung oleh tamu tersebut,” jelasnya. Untuk menerapkan smarthome, konsumen tak perlu mengganti kabel listrik yang sudah terpasang di rumah tapi cukup mengganti sistem saklarnya.

Sementara produsen alat listrik ABB (Swiss) memiliki dua pilihan sistem otomatisasi rumah: memakai kabel dan tanpa kabel dalam rangkaian ABB i-bus KNX. “Seluruh perangkat listrik di rumah harus berbasis KNX, baru bisa terhubung,” kata Wagner Manurung, Product Marketing Manager Electrification Products (EP) Division Low Voltage PT ABB Sakti Industri dalam pameran yang sama. Seperti semua sistem smarthome yang bisa mengendalikan pemakaian lampu, tirai, kamera keamanan, AC hingga TV dalam satu panel kontrol atau melalui aplikasi ponsel. ABB mengklaim sistemnya jika diterapkan pada bangunan secara keseluruhan bisa menghemat energi hingga 30 persen.

Sistem otomatisasi itu tidak hanya bisa dioperasikan secara manual, tapi juga dapat disetel mengikuti program yang diinginkan konsumen. Misalnya, untuk kebutuhan penerangan di sebuah ruang sebesar 2.500 lumens, sistem otomatis mengatur kombinasi yang diperlukan antara  kekuatan cahaya alami yang masuk dari jendela dan lampu di dalam ruangan sebagai penerangan sehingga menghemat penggunaan listrik. “Jika matahari bersinar cerah, tirai terbuka optimal untuk memasukkan cahaya dan lampu meredup otomatis,” terang Wagner.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan