Erwin Kallo: Tunda Beli Apartemen Meikarta

Kamis, 14 Sep 2017 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Menyusul ramainya pemberitaan soal perizinan proyek kota baru vertikal Meikarta (500 ha) di Cikarang, Bekasi (Jawa Barat), besutan Lippo Group, CEO Lippo Group James Riady sudah meminta maaf dan berjanji akan melengkapinya. Ia mengatakan hal itu kepada wartawan termasuk HousingEstate dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (11/9).

Erwin Kallo : Foto : twitter.com/erwinkallo

Erwin Kallo : Foto : twitter.com/erwinkallo

Sejauh ini kendati belum mengantongi izin lengkap tapi sudah dipasarkan dengan promo besar-besaran setiap hari di media massa, praktik yang amat lazim dilakukan developer di Indonesia, penjualan Meikarta sangat fenomenal. Sampai saat ini menurut James sudah mencapai 130 ribu unit lebih!

Namun, Erwin Kallo, pakar hukum properti, meminta semua pihak hati-hati menanggapi klaim penjualan itu. Pasalnya, semuanya statusnya baru pesanan dan karena itu belum bisa dikatakan hasil penjualan melainkan baru hasil pemesanan. Jika sudah diakui sebagai penjualan, mestinya konsumen sudah mendapat bukti Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan sudah membayar uang muka. “Bila hal itu sudah didapat (konsumen), pihak Lippo salah karena PPJB bisa dibuat jika perizinan sudah beres. Ini yang harus dicek,” katanya.

Mengenai perizinan proyek itu, konsumen tidak perlu risau. Erwin yakin Lippo pasti akan membereskannya. Yang perlu dirisaukan justru harga jual yang begitu murah, lebih rendah dari harga rata-rata biaya pembangunan apartemen pada umumnya, bahkan lebih murah daripada harga acuan rumah susun bersubsidi.

“Apa dengan harga semurah itu Lippo akan bisa menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal yang dijanjikan? Saya kok khawatir, ini rekayasa keuangan pengembang tersebut. Ini bisnis uang dengan medianya properti. Saya khawatir ini seperti pola First Travel; mencari konsumen sebanyak-banyaknya demi mencari dana untuk pembangunan,” tutur Erwin. Jadi, kalaupun izin didapat, jumlah dana yang terkumpul tidak cukup (untuk mengembangkan proyek sesuai komitmen) sehingga bisa jadi pembangunan akan tertunda.

“Karena itu lebih baik tunda dulu pembelian, tunggu progres lebih lanjut,” sarannya. Saran itu selaras dengan saran Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) walaupun dengan alasan berbeda. Alasan YLKI lebih karena promosi Meikarta yang bombastis dan dilakukan secara massif yang bisa membius konsumen. “Dengan praktik semacam itu, konsumen berada dalam posisi sangat rentan dirugikan, karena tidak memiliki jaminan atas kepastian pembangunan (proyek),” kata Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI, melalui rilis di Jakarta pertengahan Agustus lalu. Untuk itu YLKI menghimbau masyarakat berhati-hati dan kalau perlu menunda dulu pemesanan unit apartemen di Meikarta sampai jelas status perizinannya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan
  • Wina Gunadi

    Gak perlu takut beli meikarta, semua sudah jelas dan di jamin oleh lembaga penjamin, hanya orang2 yg punya kepentingan gak jelas yg menyarankan gak beli

  • Shinta Yuni

    Ngapain jg investor asing melirik meikrat kl meikarta gak jelas, itu logikanya tong… baca nih beritanya “meikarta menarik perhatian eropa” http://bit.ly/2jpd0lN

    • Kinasih

      yg diatas kan kata pengamatt, pengamat itu bukan malaikat loo, bisa salah juga, dan pengamat itu dibayar sekali mengeluarkan amatannnyaaa, hehehe betul gak??

  • Danang Sukri

    Erwin..kallo mo nunda beli meikarta lo aja kali, gak usah ngajak2… kita mah gak terpengaruh ajakan lo, selama meikarta menguntungkan kita sbg kelas bawah, kita tetap akan beli tuh..

  • Yanky Jiraq

    Kalau booking fee sdh ada kan pastinya niat beli, mayan kan 2jt plus serahkan berbagai doc.

  • Riana Setiana

    tunda??sorry pak, himbauan anda ga berarti apa2 di banding dengan tawaran murah unit meikarta…hehe, konsumen juga ga takut kok beli unit meikarta, kan di lindungi UU perlindungan konsumen

  • Zalsabila Sazcia

    woooo….enak aja bilang tunda2, tuh liat yg udah laku 130 ribu unit…konsumen sudah di lindungi oleh UU, jdi ga takut mau investasi di meikarta

  • Luke

    Halo semua,

    Mari kita berkaca dari kasus PT. Prioritas Land Indonesia.. Proyeknya banyak, tapi semua mandek… Coba liat, Majestic Point Serpong, masi bangun, malah mau jadi kos-kosan… Indigo Bekasi katanya gagal.. K2Park yang katanya tower pertama dan kedua sold out, janji serah terima akhir 2018, sampai sekarang cuma ilalang.

    Lembaga mana yang akan menjamin? UU Perlindungan Konsumennya melindungi konsumen kah? Ada customer PLI yang kirim surat ke YLKI aja gak dibales2.. Mungkin karena pengembang abal2 dan management keuangan yang buruk, makanya PT. PLI proyeknya mandek dan gak ada yang peduli..
    Sukses buat Lippo dan Meikarta… Pengembang besar, harusnya lebih terpercaya..
    -Luke-

    • D-Si Lim

      trus kenapa proyek yg satu ini seperti yg menjadi pusat perhatian ylki yaa?? ternyata sudah ada yg kasus2 diatas yg terjadi yg notabene tidak sedikit pun mereka gubris, kok baru ini menjadi pusat perhatiannya, padahal sejauh ini pengembang satu ini sudah terpercaya bahkan hingga ke luar negeri.

  • D-Si Lim

    tunda?? kalau bukan sekarang kapan lagi pak?? kebetulan aye beli satu unit, dimana lagi ada harga segitu pak, rusunami saja sekarang saja sudah jauh diatas harga yg ditawarkan meikarta, dan kualitas pasti lah yg sono lebih baguss,, heheh promosi …

  • Jude

    Jangan pesimis lippo bisa menyelesaikannya atau tidak dengan tepat waktu, bangunnya kan tidak satu-satu unit, mungkin sekali naik bisa sampai puluhan tower beriringan, satu hal lagi mereka adalah salah satu pengembang multinasional, gak mungkin mereka melepaskan reputasi mereka yang telah dibangun selama puluhan tahun sedangkan bisnis masih panjang, logika dan nalar harus diseimbangkan bung!!