Cerita Sofyan Djalil Soal Pengawasan Bangunan Di Finlandia

Senin, 25 Sep 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofjan Djalil bercerita pengalamannya membangun gedung kedutaan di Finlandia. Untuk membangun sebuah bangunan di negara Eropa Utara itu, aturannya sudah sangat jelas dan pasti dan mutlak harus diikuti.

Sofyan Djalil | foto : Sindonews

Sofyan Djalil | foto : Sindonews

“Karena di sana tukang mahal, akhirnya diimpor dari Indonesia. Ketika harus menggunakan material stainless steel, itu juga harus diimpor dan butuh waktu. Akhirnya tukang kita kan pintar-pintar, digunakan metal biasa. Dipikirnya karena itu (bahan logam) ditanam di  tembok, nanti nggak akan kelihatan,” katanya saat bercerita di hadapan pengembang peserta rapat kerja nasional organisasi pengusaha real estat REI di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, beberapa minggu lalu.

Singkat cerita, bangunan gedung kedutaan itu selesai dan siap diperiksa otoritas setempat dengan melihat desain, gambar kerja dan implementasinya. Saat pemeriksaan pada bagian bangunan yang mengharuskan penggunaan stainless steel, ternyata bagian itu harus dibongkar untuk memastikan apakah betul material yang disyaratkan yang digunakan.

“Karena ternyata yang digunakan metal biasa, kita malah jadi rugi berlipat, kena tegur dan harus diganti. Kita harus bisa belajar patuh seperti itu, paling tidak yang standar minimal  harus dipenuhi. Itu kan untuk melindungi keselamatan public. Kalau kita sudah terbiasa dengan yang serba standar ini, tentunya (ke depan) nggak akan sulit lagi (memenuhi standar yang lebih tinggi),” jelasnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan