Pasar Mulai Membaik, Pemilu Bisa Bikin Was-Was

Senin, 25 Sep 2017 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Housing-Estate.com, Jakarta - Stabilnya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berdampak positif terhadap iklim usaha termasuk bisnis properti yang melesu sejak 2014. “Pasar mulai membaik, terutama sejak adanya program amnesti pajak dan penurunan bunga bank, meskipun musim (pilkada 2018 dan) pemilu 2019 harus diwaspadai karena sudah di depan mata,” kata Eddy Hartono, Komisaris PT Duta Paramindo Sejahtera (DPS), pengembang kawasan terpadu Green Pramuka City (12,9 ha), Jl Jend A Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, melalui rilis yang dikirim Jeffry Yamin, Marketing Director DPS, di Jakarta akhir pekan lalu.

Apartemen The Green Pramuka

Apartemen The Green Pramuka | Foto : gambarrumahweb.wordpress.com

Ia sendiri yakin, pemerintahan saat ini stabil yang ditunjukkan dengan terus melansir aneka kebijakan yang mendorong kemudahan berbisnis, selain konsisten membangun infrastruktur yang mengintegrasikan kawasan hunian dengan bisnis. Kebijakan itu didukung Bank Indonesia yang melonggarkan penyaluran kredit termasuk kredit properti melalui revisi kebijakan rasio uang muka rumah atau loan to value (LTV) dan penurunan bunga acuan.

“Kebijakan itu membantu (mengangkat daya beli) konsumen (sehingga lebih mampu) membeli rumah, terutama calon pembeli rumah pertama (untuk dihuni sendiri),” jelasnya sembari menambahkan, stabilitas politik dan kebijakan yang konsisten penting karena mempermudah pengembang melakukan proyeksi bisnis dengan biaya lebih terukur.

Duta Paramindo menargetkan mengembangkan 17 menara apartemen dan properti komersial di Green Pramuka City, mencakup sekitar 17 ribu unit hunian. Saat ini sudah dipasarkan dan dikembangkan sembilan menara. Empat di antaranya sudah terbangun dan ramai dihuni. “Tahun depan akan kita luncurkan tower baru,” ungkap Eddy.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan