Buruan Pesan! Tiga Apartemen Baru TOD Stasiun di Jakarta Mulai Dibangun

Rabu, 11 Okt 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Pemerintah melalui program sinergi perusahaan BUMN terus menggenjot pembangunan hunian vertikal terintegrasi transportasi masal atau transit oriented development (TOD). Sebelumnya telah dibangun TOD Tanjung Barat, Jakarta Selatan, dan TOD Pondok Cina, Kota Depok (Jawa Barat), hasil kerja sama Perum Perumnas-PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hari ini, Selasa (10/10/2017) tiga proyek TOD mulai dibangun secara bersamaan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno serta jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Wika Gedung, dalam peresmian pembangunan proyek hunian terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD) Stasiun Senen di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017). (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno serta jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Wika Gedung, dalam peresmian pembangunan proyek hunian terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD) Stasiun Senen di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017). (Foto: Yudiasis Iskandar/HousingEstate)

TOD Stasiun Pasar Senen

Yang pertama TOD Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang dikembangkan PT Wijaya Karya Tbk (Wika) dan PT Wika Gedung di atas lahan milik KAI. Menurut Direktur Utama Wika Bintang Perbowo, TOD Stasiun Pasar Senen yang dibangun di atas lahan 8.560 m2 akan terdiri dari tiga menara berisi total 1.362 unit hunian.

“Proyek ini merupakan salah satu bentuk peran kami mendukung program pembangunan sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. Dari total 1.362 unit itu, 35 persennya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa membeli dengan kredit pemilikan apartemen (KPA) bersubsidi. Tipe unitnya dua kamar seluas 30 meter persegi (m2) seharga Rp7 jutaan per m2. Tipe unit yang komersial mulai studio 22 m2 sampai dua kamar 36 m2 seharga Rp15 jutaan per m2,” katanya saat pemancangan tiang pertama (ground breaking) proyek yang juga dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Pembangunan tiga menara TOD Stasiun Pasar Senen yang menelan investasi sekitar Rp500 miliar akan diselesaikan dalam empat tahun. Pengembangan tiga menara itu merupakan tahap pertama dengan lokasi di samping stasiun (Jalan Bungur Besar). Lahan yang sudah siap dikembangkan seluas 6 ha dengan pengembangan di atas stasiun berkonsep mixed use development (pengembangan hunian terpadu dengan fasilitas di satu lokasi). Jadi, tiga menara hunian itu kelak juga menyediakan dua lantai untuk area komersial dan tiga lantai untuk area parkir.

TOD Juanda dan Tanah Abang

Untuk TOD Stasiun Juanda dan TOD Stasiun Tanah Abang dikembangkan PT PP (Persero) Tbk. TOD Stasiun Juanda akan terdiri dari dua menara berisi 627 unit hunian yang dikembangkan di atas lahan seluas 5.903 m2 dengan investasi Rp300 miliar. Untuk TOD Stasiun Tanah Abang belum ada keterangan berapa menara yang akan dibangun, namun dipastikan akan lebih besar dibandingkan TOD Stasiun Juanda dengan investasi sekitar Rp1 triliun.

“Dari total 627 unit itu, sebanyak 171 unit atau 36 persennya dialokasikan untuk MBR berupa unit dua kamar berukuran 32 m2 seharga mulai dari Rp224 juta per unit. Hunian ini juga akan dilengkapi fasilitas kolam renang, gym, area komersial, pedestrian elevated walk-way, gedung parkir, shuttle bus, dan lain-lain. Nanti yang mengerjakan dua proyek TOD ini anak perusahaan kami PT PP Properti,” jelas Tumiyana, Direktur Utama PT PP Tbk saat acara ground breaking. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang belum punya hunian dan belum pernah mendapat hunian bersubsidi, buruan pesan sebelum kehabisan.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan