Lippo Janjikan 50 Menara Apartemen di Meikarta Jadi Akhir 2018

Kamis, 26 Okt 2017 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - PT Lippo Cikarang Tbk (Lippo Group) terus mengebut pembangunan kota baru Meikarta (500 ha) di kawasan Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Menurut Presiden Meikarta Ketut Budi Wijaya, hingga akhir tahun 2018 pihaknya menargetkan 50 tower apartemen di Meikarta sudah bisa diserahkan.

meikartain

“Hari Minggu besok (29/10) kami akan melakukan tutup atap (topping off) dua tower sebanyak 900 unit. Ini sebagai komimen dan pembuktian kami kepada konsumen, karena Meikarta dikembangkan dengan speed yang tinggi namun dengan perencanaan yang sangat matang,” katanya dalam jumpa pers topping off dua menara apartemen Meikarta di Jakarta, Kamis (26/10).

Meikarta menawarkan unit apartemen dengan harga yang sangat terjangkau. Tipe studio 21,9 m2 dilepas Rp127 juta (Rp5,8 juta/m2), tipe 1 kamar (bed room/BR) 36,9 m2, 2BR 42,5 m2, 3BR 63,8 m2, dan 4BR 82,9 m2 seharga Rp300 – 900 jutaan/unit.

Menjawab housing-estate.com, Ketut menjelaskan, Meikarta dikembangkan secara masif dan bersamaan dengan infrastruktur pendukungnya. Seluruh prosesnya tidak ada yang delay (tertunda) sehingga segala sesuatunya bisa dilakukan lebih efisien yang imbasnya pada cost yang lebih efisien. Strategi itu diambil untuk membuat produk yang bisa dijangkau pasar yang lebih luas mengingat kebutuhan hunian di megapolitan Jabodetabek yang amat besar.

Tentang pembiayaan seluruhnya menggunakan dana dari presales dan pendanaan internal perusahaan. Dengan penjualan yang sudah mencapai 140 ribu unit, Lippo mendapatkan dana segar hingga Rp4,5 triliun sehingga ini bisa digunakan untuk membangun terus secara bergulir tower-tower yang sudah dipasarkan. “Jadi, dengan harga Rp5,8 juta per meter kita masih mendapatkan untung kendati tipis,” ujarnya.

Lippo sudah memaparkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) soal perhitungan harga jualnya itu. Perhitungan Kementerian PUPR juga menyebutkan, memang masih bisa dilakukan. Terbukti dua tower sudah siap topping off dan itu akan terus dilakukan hingga mencapai 50 tower dalam satu tahun dua bulan dari saat ini.

Terkait dengan proyek Orange County yang telah diluncurkan sebelumnya, disebut sebagai kawasan CBD di Meikarta. Enam tower yang sudah terjual juga masih tetap konsepnya dan terus dikerjakan karena segmen pasarnya berbeda. Hingga saat ini Lippo juga belum menjalin kerja sama dengan pihak manapun kecuali dengan Langham Hospitality Group untuk pengelolaan hotel di Meikarta.

“Kalau soal produk kami merusak pasar rasanya tidak. Pasar di Cikarang itu besar sekali, pengembang lain juga sudah masuk di segmennya masing-masing. Justru kami melihat potensi pasar yang besar itu di segmen (menengah bawah) ini, karena kami bukan sekadar jualan komersial tapi membentuk komunitas baru, sebuah kota baru dengan dukungan kawasan industri di Cikarang yang sangat besar,” jelas Ketut.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan