Sembarangan Pilih Lampu Bisa Bikin Rabun Jauh

Sabtu, 28 Okt 2017 | Penulis: Putri

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Selain pemanasan global, kesehatan juga menjadi isu penting di seluruh dunia. Kesehatan mata menjadi perhatian perhatian paling buncit setelah kebugaran, tingkat stres dan berat badan. Philips Lighting, salah satu produsen produk, sistem dan layanan pencahayaan, melakukan riset terhadap 8.000 orang dewasa di 11 negara termasuk Indonesia. Hanya 42 persen responden yang mengaku rutin mengunjungi dokter mata.

Philips mengklaim pendaran cahaya yang dihasilkan lampu LED-nya lebih merata dan tidak menyolok mata. (Foto: dok. Philips Lighting Indonesia)

Philips mengklaim pendaran cahaya yang dihasilkan lampu LED-nya lebih merata dan tidak menyolok mata. (Foto: dok. Philips Lighting Indonesia)

Padahal, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut satu dari dua orang akan menderita rabun jauh pada tahun 2050, antara lain karena perkembangan teknologi informasi. Di Indonesia sendiri responden menghabiskan waktu 7,25 jam di depan layar gadget (satu jam lebih lama dari hasil rata-rata global). Mereka mengaku mengalami mata lelah, pandangan kabur dan sulit melihat obyek dalam jarak tertentu setelah menghabiskan waktu di depan layar komputer dan sejenisnya.

Sebanyak 81% responden Indonesia setuju, kualitas pencahayaan juga mempengaruhi penglihatan mereka. Tapi, hanya 28% responden memilih bohlam yang nyaman bagi mata mereka. Survei itu juga menyebutkan, 75% memilih bohlam hemat energi, 47% yang harganya terjagkau dan hanya 41% berdasarkan kualitas pencahayaannya.

“Ini artinya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap pemilihan bohlam yang berkualitas masih rendah. Padahal, kualitas pencahayaan yang baik tidak hanya terkait dengan masa pakai produk yang lama, tapi juga sangat penting untuk memastikan mata kita tidak lelah,” kata Rowena Lee, Senior Vice President Business Group LED Philips Lighting, kepada housing-estate.com, usai diskusi “Pengaruh Bohlam LED Berkualitas Rendah Pada Kesehatan Mata” di Jakarta, Kamis (26/10).

Melalui kampanye “Eye Comfort”, Philips Lighting Indonesia ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilih lampu LED (light emitting diode) yang baik bagi kesehatan mata. Saat ini lampu LED dinilai paling efektif untuk pencahayaan ruangan karena bekerja maksimal di berbagai titik, ramah lingkungan, dan aman bagi kesehatan. “Lampu LED berkualitas rendah seperti berkedip, berkilau, meningkatkan suhu ruang dan tidak merata pencahayaanya, bisa membuat mata lelah dan susah berkonsentrasi,” ujarnya.

Saat ini semua bohlam Philips LED dilengkapi logo EyeComfort pada kemasannya. “Niat hemat jadi nggak bisa (bila lampu LED berkualitas rendah) karena justru keluar uang lebih besar untuk ke dokter gara-gara mata bermasalah. Tapi yang juga mesti diingat, lampu yang efisien adalah lampu yang hanya menyala saat dibutuhkan,” jelas Rowena.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan