Meski Ekonomi Melemah Apartemen Mewah Tetap Laku

Kamis, 9 Nov 2017 | Penulis: Putri

Housing-Estate.com, Jakarta - Apartemen mewah punya pasar tersendiri kendati secara umum kondisinya masih lesu. Beberapa apartemen mewah di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) masih membukukan penjualan lumayan.  Contohnya apartemen Saumata (1,6 ha) di Alam Sutera, Serpong, Tangerang (Banten), rata-rata terjual lebih dari lima unit per bulan. Apartemen yang dikembangkan PT Sutera Agung Properti (SAP) ini harganya Rp32 juta/m2. Empat tahun lalu saat presales harganya Rp20 juta/m2. Kalangan pengembang menyebutkan, enam bulan terakhir kondisi bisnis termasuk property mulai bergairah.

Ruang makan mewah show unit apartemen Anandamaya di Gedung WTC 1, Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan.  Foto: Dok. Susilo Waluyo/housing-estate.com

Ruang makan mewah show unit apartemen Anandamaya di Gedung WTC 1, Jl Jend Sudirman, Jakarta Selatan.  Foto: Dok. Susilo Waluyo/housing-estate.com

“Grafiknya kelihatan sekali di dealing sales kita, sebulan Saumata minimal bisa jual lima unit. Itu sudah bagus karena unit yang kita jual besar-besar mulai 168 meter persegi,” ujar Direktur Marketing SAP, Boy Noviyandi, yang dihubungi housing-estate.com melalui seluler di Jakarta, Kamis (9/11).

Membaiknya kondisi pasar ini diantisipasi pengembang dengan menyiapkan produk-produk baru. Salah satunya PT Brahmayasa Bahtera, perusahaan  patungan Astra Land dengan  Hongkong Land, dalam waktu dekat akan meluncurkan Arumaya Residence di koridor Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan. Sebelumnya pengembang tersebut sukses memasarkan apartemen mewah Anandamaya Residence seharga Rp70-125 ribu/m2 di Jl Jend Sudirman Jakarta. Presiden Direktur Astra Land Wibowo Muljono, kepada housing-estate.com belum lama ini mengatakan, kendati pasar properti tidak sebagus tiga tahun lalu ia optimis dengan produk yang ditawarkan.

“Acuannya bukan dari mewah atau tidak produk itu bisa laku cepat, tapi lebih pada penawaran yang terbaik di kelasnya. Kami percaya bahwa momentum lebih menentukan dari pada siklus pasar karena pasar sangat dinamis,” jelasnya. Hal yang lebih penting adalah kesiapan produk yang dipasarkan. Arumaya Residence hanya satu menara mid-rise dan garden villas sebanyak 289 unit. Huniannya terdiri tipe 1, 2, 3 bedroom/BR (54-106 m2) seharga Rp35-41 juta/m2 atau mulai Rp1,9 miliar (1BR 54 m2). “Kami sudah mengenalkan ke agen properti dan bulan ini akan dirilis ke publik,” ungkapnya.

Wait and see

Boy mengatakan, kondisi pasar properti yang tidak segera pulih dipengaruhi dua hal, situasi ekonomi dan politik. Menghadapi masa persiapan pemilihan umum (pra election) sebagian besar kelas menengah menahan diri untuk membeli properti. Mereka wait and see melihat situasi perekonomian dan politik pasca pemilu. Inilah yang membuat SAP menahan rencana untuk meluncurkan menara ke tiga dan empat. “Kita hold dulu karena pasar masih slow walaupun penjualan tetap bergerak. Kita fokus ke tower Suites (menara kedua),” katanya.

Saat ini dipasarkan Saumata Suites (29 lantai) berisi 102 unit. Sebanyak 96 unit di antaranya berupa tipe tiga kamar 167 m2 (4 unit/lantai) dan 6 unit penthouse 350 m2 (dua unit/lantai) di tiga lantai teratas. “Harganya Rp32 juta/m2 (termasuk pajak), naik 60% dari harga perdana tahun 2013,” ujarnya dalam siaran pers tentang pameran Tenun, Batik dan Songket di Saumata” yang diterima housing-estate.com di Jakarta, Selasa (7/11).

Tower pertama Saumata Residence sudah diserah-terimakan Februari 2017. Mayoritas pembelinya (85%) dari Serpong dan Jakarta Barat. Sementara tower ketiga dan empat yang akan diluncurkan akhir tahun 2017 unit huniannya terdiri 2&3 kamar  (60 – 150 m2).

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan