Mau Tahu Ongkos Tinggal di Rumah Kelas Atas di Serpong?

Jumat, 10 Nov 2017 | Penulis: Prasojo

Housing-Estate.com, Jakarta - Kalau Anda sempat masuk atau blusukan ke perumahan menengah atas di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) akan tahu bedanya dengan kelas hunian di bawahnya. Lingkungannya nyaman, bersih, rapi, dan tamannya terawat. Tidak ada rumput liar tumbuh,  satuan pengaman (security) juga selalu menyapa Anda setiap keluar masuk cluster dan siap berjaga 24 jam. Ini berbeda dengan di perumahan menengah, apalagi menengah bawah.

kawasan de Park, BSD City

kawasan de Park, BSD City

Tapi seperti ungkapan no free lunch, tidak ada makan siang gratis, tinggal di hunian comfortable seperti itu ongkosnya tidak murah. Selain harga rumahnya selangit biaya pengelolaannya mahal.  Misalnya beberapa township di Serpong, Tangerang (Banten), seperti BSD City, Alam Sutera, Summarecon Serpong, Paramount Serpong.

Untuk mengelola lingkungan hunian menengah atas itu umumnya dilakukan oleh badan pengelola atau unit tersendiri di perusahaan pengembang. Bahkan di cluster-cluster premium pengelolaannya ditangani lebih eksklusif. Contohnya Jadeite Residence, BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, pengelolaannya ditangani manajer dan supervisor tersendiri, tidak merangkap di cluster lain. Jadeite Residence (5,2 ha) yang baru dipasarkan mencakup 124 rumah seharga Rp4,2-7,9 miliar per unit.  Rumah paling kecil 180 m2 di atas tanah 162 m2 dan yang terbesar  315 m2 di atas kaveling 300 m2.

Menurut staf pemasarannya, pengelola siap membantu apapun masalah yang dihadapi penghuni selama 24 jam. Untuk itu pengembang menyediakan hotline ke pusat kontrol manajemen. Layanan premium ini harus ditebus penghuni dengan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) Rp8.500/m2 per bulan. Rumah paling kecil tipe (180/162) iurannya Rp1.377.000/bulan dan yang terbesar (315/300) Rp2.550.000/bulan. Iuran tersebut harus dibayar baik rumahnya dihuni atau tidak.  “Iurannya dihitung berdasar luas kaveling,” ujar staf pemasarannya kepada housing-estate.com di Serpong, awal pekan ini.

Itu baru IPL, kalau ditambah listrik yang tarifnya semakin mahal dan air, biaya operasional rumah rata-rata di atas Rp3 juta/bulan.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan