Dengan Rp50 Ribu Sudah Bisa Berkantor di Spazio Surabaya

Senin, 13 Nov 2017 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Housing-Estate.com, Jakarta - Collaborative working (coworking) space makin berkembang tidak hanya di megapolitan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek) tapi juga di kota-kota besar lain seperti Surabaya (Jawa Timur). Coworking yang digagas Brad Neuberg di Amerika Serikat (AS) tahun 2005 itu, adalah ruang fisik bagi sekelompok pekerja independen, terutama dari dunia kreatif, yang makin ramai muncul menyusul perkembangan pesat teknologi informasi.

Coworking space Subco di Spazio, Surabaya (foto: Istimewa)

Coworking space Subco di Spazio, Surabaya (foto: Istimewa)

Mereka tidak terikat jam kerja dan tidak punya kantor tetap, tapi tetap butuh tempat yang representatif untuk bekerja (umumnya dengan laptop atau tablet). Mereka juga tidak punya cukup dana untuk menyewa ruang kantor permanen yang kian mahal di perkotaan. Maka coworking space menjadi solusinya. Tempat bersama yang dilengkapi koneksi internet itu diisi beberapa meja sedang dan besar dengan setiap meja bisa menampung 4–10 pekerja independen dengan perangkatnya masing-masing.

Dengan bidang yang berbeda-beda, di tempat itu mereka bekerja bersama dan karena itu bisa saling kenal dan berkomuniksi untuk kemudian bekerja sama atau berkolaborasi menggarap sesuatu. Space coworking bisa disewa beberapa jam, seharian, satu bulan, hingga tahunan. Di Indonesia tren ini salah satunya dimulai oleh Conclave di Jakarta tahun 2014. Sedangkan di Surabaya antara lain oleh PT Intiland Development Tbk dua tahun lalu di apartemen Graha Residence, Jalan Darmo Harapan, Surabaya Barat.

“Namanya Subco atau Surabaya Coworking. Ada Subco 1 dan Subco 2,” kata Amaynta Budhiadi, General Manager Spazio, Surabaya, kepada housing-estate.com akhir pekan lalu di Surabaya. Masing-masing luasnya antara 300-400 m2 dan selalu penuh dengan penyewa.

Karena keberhasilan itu Intiland membuka lagi Subco baru di Spazio dan Spazio Tower. Spazio (8 lantai) adalah proyek properti terpadu PT Intiland Development Tbk di Jalan Mayjen Yono Soewoyo, Surabaya, yang menggabungkan ruang usaha dan perkantoran (lantai 2–8) dengan food and beverage dan life style (lantai dasar dan lantai 1). Proyek diluncurkan tahun 2012 dan sudah beroperasi sejak tiga tahun lalu.

Suasana di ruang dalam coworking space Subco di Spazio, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Suasana di ruang dalam coworking space Subco di Spazio, Surabaya. (Foto: Istimewa)

Sedangkan Spazio Tower (22 lantai di luar basement) adalah proyek terpadu yang menggabungkan menara perkantoran strata atau jual (lantai 2–15) dengan area komersial dan ritel (lantai 1) serta hotel 143 kamar (lantai 16–22). Proyek dilansir Juni 2015 persis di sebelah Spazio.

Subco di lantai satu Spazio seluas 400 m2 sudah beroperasi diisi empat meja berukuran sedang dan besar. Tarif sewanya terjangkau: Rp50 ribu per 6 jam. “Itu jangka waktu sewa minimal,” ujarnya. Bisa juga disewa bulanan dengan luas space 12–20 m2 seharga Rp7,5–12,5 juta per bulan.

Saat disambangi, Subco di Spazio sudah mulai ramai dengan penyewa. Penyewa boleh membawa makanan dan minuman saat bekerja di Subco. Makanan antara lain bisa dipesan dari area F&B di lantai dasar (ground floor) persis di bawah lantai Subco. “Umumnya penyewa adalah kalangan dari usaha rintisan (start up), pekerja part time atau pelaju yang sedang menggarap sebuah proyek,” jelas Amaynta.

Sedangkan Subco di lantai 1 Spazio Tower baru akan dibuka setelah proyek high rise di atas tanah 4.700 m2 itu beroperasi medio 2018. “Subco di Spazio Tower luasnya juga sekitar 300 meter persegi,” kata Betlest Surenggono, Head of Project Spazio Tower. Saat ini progress pembangunan Spazio Tower sudah sekitar 55 persen dengan space kantor (28.500 m2) terjual sekitar 60 persen dengan ukuran mulai dari 50 m2 per lot. Harganya Rp36–41 juta/m2.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan