Wanda Group Bangun Apartemen Termahal di Sydney

Selasa, 14 Nov 2017 | Penulis: Nta

Housing-Estate.com, Jakarta - Sebuah proyek properti sedang dibangun di daerah Circular Quay, tepi pantai Sydney, Australia. Terdiri atas dua menara yang saling bertautan, satu menara setinggi 28 lapis difungsikan sebagai hotel bintang lima, lainnya bakal setinggi 59 lantai dan dijadikan apartemen mewah. Proyek ini diberi nama Wanda One Sydney, sesuai nama pengembangnya, Wanda Group, konglomerat yang berbasis di Dalian, Tiongkok.

Artist impression unit Wanda One. (Foto: SCMP)

Artist impression unit Wanda One. (Foto: SCMP)

Menurut agen pemasarnya, unit penthouse Wanda One akan dibanderol 60 juta dolar Australia (Rp 622 miliar) dan ini disebut-sebut adalah harga termahal yang pernah ada di Sydney. Sayangnya, baik pemasar maupun pihak proyek tidak mau menjelaskan berapa ukuran unit termahal tersebut. Unit dua kamar seharga 5,5 juta dolar Australia (Rp 57 miliar). “Target pasar proyek ini adalah mereka yang masuk golongan the ultra high worth, yaitu mereka yang punya kekayaan pribadi minimal 3 juta dolar AS,” kata Madelaine Lundgren, sales and marketing director proyek. Visi kami, imbuh Lundgren, adalah menawarkan yang belum pernah ada di Australia.

Banyak pengamat setempat mengatakan, proyek ini akan menempatkan Sydney sekelompok dengan London, Inggris dan New York, AS, dalam hal harga properti. Selain warga lokal pihak Wanda juga membidik warga Hong Kong dan Tiongkok yang selama ini doyan belanja properti di London dan Australia. Menurut Ivy Xiao, direktur AC Property Group, agen pemasar untuk pembeli Tiongkok di Australia, 60 dari 190 unit yang dijual akan dipesan pembeli dari negeri tirai bambu tersebut.

Pembangunan proyek mewah ini bisa dibilang kontroversi. Pasalnya, pemerintah Tiongkok sedang meneliti dengan cermat keuangan pengembang kakap tersebut. Bahkan grup konglomerat itu dipaksa untuk melepas sejumlah portofolionya, menyusul membengkaknya utang-utang mereka. Grup ini juga ditekan untuk membatalkan transaksinya atas pembelian proyek Nine Elms Square di London menyusul kebijakan pemerintah Tiongkok yang membatasi investasi para konglomerat ke luar negeri.

Rekor harga tertinggi apartemem di Sydney selama ini dipegang unit penthouse di Opera Residences Development, yang juga berlokasi di daerah Pelabuhan Sydney. Tapi harganya hanya 26 juta dolar Australia (Rp 269,5 miliar) atau setengah dari harga yang akan ditawarkan Wanda One. Pasar properti di kota terbesar di Australia itu, belakangan juga menunjukkan pendinginan. Menurut data Corelogic, harga rumah dalam dua bulan terakhir mulai turun. Hal ini seiring dengan kebijakan pemerintah negeri Kangguru tersebut yang membatasi pasar asing untuk membeli di proyek baru di Australia. Maklum, tingginya pembeli asing itu membuat harga rumah terus meroket hingga menempatkan kota ini di posisi kedua dengan harga rumah termahal di dunia. Soal keterjangkauan warga lokal atas harga rumah itu kemudian menjadi isu politik besar.

Namun, Wanda tak hirau. Lundgren meyakini, hal tersebut tak mempengaruhi minat pasar terhadap Wanda One. “Proyek ini punya pasar tersendiri, yakni mereka yang masuk golongan paling kaya dan tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi pasar secara umum,” tandasnya.

Sumber: South China Morning Post

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan