Lima Kawasan di Jabodetabek yang Makin Prospektif

Senin, 20 Nov 2017 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Housing-Estate.com, Jakarta - Tahun 2008 saat perumahan besar Alam Sutera (800 ha) di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, belum punya akses langsung ke jalan tol Jakarta–Tangerang–Merak, pengembangnya PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) memasarkan rumah tipe 289/240 seharga Rp1,3 miliaran/unit. Tapi, tahun 2011 atau dua tahun setelah akses tol langsung di Kunciran menuju Jalan Raya Serpong lewat Alam Sutera itu dibuka, tipe yang sama sudah ditawarkan Rp2,2 miliaran!

Vasanta Innopark : Salah satu proyek baru di Cibitung

Vasanta Innopark : Salah satu proyek baru di Cibitung

Peningkatan harga rumah yang pesat, kendati sedikit lebih rendah dari Alam Sutera, juga terjadi pada rumah-rumah di kota baru lain di Serpong dan Pondok Aren (Tangerang Selatan) seperti Bintaro Jaya (2.321 ha), BSD City (6.000 ha), serta Summarecon Serpong (800 ha) dan Paramount Serpong (800 ha/kini Paramount Land). Apalagi April 2007 pemerintah membuka jalur ganda (double track) kereta komuter ber-AC Jakarta (Tanah Abang)–Serpong yang berlanjut hingga Parung Panjang–Maja–Rangkasbitung.

Selain keretanya lebih nyaman, frekwensi perjalanannya juga meningkat pesat setiap 30 menit. Jadi, para pekerja komuter yang tinggal di berbagai kota baru itu yang selama ini hanya mengandalkan jalur darat lewat tol Jakarta–Tangerang–Merak dan Serpong–Ulujami, kini bisa lebih mudah dan cepat mencapai tempat kerja di Jakarta dengan kereta komuter.

v

Metland Tranyogi : salah satu perumahan di Cileungsi yang akan diuntungkan tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cibitung

Sebagai contoh, tahun 2008 rumah tipe 66/112 dan 133/180 di BSD City dipasarkan Rp393 juta dan Rp796 juta/unit, tahun 2011 tipe yang mirip (68/98 dan 120/171) sudah Rp1 miliaran dan Rp1,3 miliar. Contoh lain, tahun 2007 tipe 159/180 dan 206/204 di Bintaro Jaya masih dihargai Rp893 juta dan Rp1,3 miliaran, tahun 2011 sudah melonjak jadi Rp1,5 miliaran dan Rp2 miliaran. Begitulah gambaran dampak langsung pembukaan akses baru terhadap sebuah kawasan dan berbagai perumahannya.

Kini lima  kawasan atau koridor di megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) akan makin prospektif lagi, menyusul masifnya pembangunan akses transportasi baru berupa jalan tol, kereta ringan atau light rail transit (LRT), kereta komuter (commuter line), maupun mass rapid transit (MRT). Pertama, kawasan Cakung–Cilincing menyusul dioperasikannya tol Akses Tanjung Priok yang menghubungkan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dengan tol dalam kota. Kedua, kawasan  Cibitung–Tambun-Bekasi Timur. Kawasan ini makin prospektif dengan dibangunnya LRT, JORR 2, double-double track Manggarai-lemah Abang, dan tol Jakarta-Cikampek 2. Ketiga, kawasan Cibubur (Jl Transyogi)-Cileungsi (Jl Raya Cileungsi-Narogong). Kawasan ini akan dihubungkan oleh dua infrastruktur baru. Yaitu LRT Cawang-Cibubur dan tol JORR 2 ruas Cimanggis-Cibitung. Keempat, Cimanggis-Cinere–Ciputat. Kawasan yang sekarang saling berjauhan ini ke depan akan dapat ditempuh dalam 10-20 menit karena terhubung tol JORR 2 ruas Ciamanggis-Cinere-Serpong, dan tol Depok-Antasari.

Apartemen The Spring Ciputat : Dekat tol JORR 2 ruas Cinere-Serpong dan Stasiun MRT Lebak Bulus

Apartemen The Spring Ciputat : Dekat tol JORR 2 ruas Cinere-Serpong dan Stasiun MRT Lebak Bulus

Kedekatan Cinere dan Ciputat dengan stasiun Mass Rapit Transit (MRT) Lebak Bulus akan menambah makin prospektif kawasan. Lalu yang kelima, Bintaro-Serpong juga akan semakin prospektif dengan dibangunnya dua tol baru: ruas Serpong-Balaraja yang merupakan kelanjutan dari tol Ulujami-Serpong (existing), dan tol JORR 2 ruas Serpong-Kunciran dan Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta.

Membuat semangat

“Akses tol baru dan LRT itu akan memberikan efek domino yang luar biasa terhadap kawasan Cibubur–Cileungsi karena orang jadi lebih mudah dan cepat ke Jakarta, dan tidak harus masuk Jakarta untuk mencapai bandara. Itu prospek yang sangat bagus buat investor dan akan jadi kekuatan jualan kita,” kata Yacintha, Koordinator Sales CitraGrand Cibubur CBD (100 ha), proyek baru Ciputra Group di Jl Transyogi, Bogor (Jawa Barat) ini dilansir akhir Oktober.

Pendapat senada diutarakan Ronald Wihardja, Managing Director Megapolitan Development, pengembang superblok Centro Cinere (15 ha) dan perumahan Cinere Park View (558 unit) di Jl Raya Cinere, Kota Depok (Jawa Barat), yang lokasinya tidak jauh dari depo besar MRT di Lebak Bulus (Jakarta Selatan) dan dilintasi tol JORR 2 Jagorawi–Cinere (Cijago) dan tol radial Depok–Antasari (Desari).

Apartemen Amazana : Lokasinya paling dekat dengan pintu tol Jelupang di ruas tol Serpong-Kunciran-Bandara

Apartemen Amazana : Lokasinya paling dekat dengan pintu tol Jelupang di ruas tol Serpong-Kunciran-Bandara

“Kalau MRT dan jalan tol itu beroperasi, kawasan di sekitarnya akan makin prospektif. Cinere bisa diakses lebih mudah dan cepat dari pusat bisnis Jakarta dan berbagai penjuru Jabodetabek sehingga pasarnya meluas,” katanya. Mengantisipasi pengembangan infrastruktur itu, Megapolitan makin bersemangat mengembangkan proyeknya. Dua menara apartemen sudah diselesaikan di Centro Cinere mencakup 830 unit hunian, satu menara di antaranya sudah dihuni. Mallnya juga sudah beroperasi yang akan segera disusul area kuliner luar ruang ala alfresco dining Cinere Terrace Walk.

“Ini bagian dari visi kami membuat CBD (pusat bisnis) baru di Cinere menyusul pembangunan infrastruktur yang pesat di kawasan. Semoga Pemkot Depok juga  mendukung (dengan membenahi akses jalan di kawasan) sehingga infrastruktur baru itu berfungsi optimal (mendukung pengembangan proyek properti di Cinere),” jelasnya. Ia belum bisa memperkirakan berapa kenaikan harga tanah di Cinere setelah MRT dan dua jalan tol itu beroperasi.

Bahkan Freddy Chan, Wakil Direktur Utama PT Modernland Realty Tbk, pengembang perumahan Jakarta Garden City (JGC/370 ha), Cakung, Jakarta Timur, melalui PT Mitra Sindo Sukses, menyebut pengoperasian tol akses Tanjung Priok (11,4 km) yang terhubung dengan tol JORR Cikunir–Cakung dan Cakung–Cilincing serta tol dalam kota Jakarta, sebagai faktor utama yang mendongkrak penjualan JGC tahun ini selain penambahan fasilitas AEON Mall yang akan disusul gerai IKEA. “Pendapatan JGC tumbuh dari Rp1,1 triliun pada semester satu 2016 menjadi Rp1,43 triliun pada semester satu tahun ini,” katanya.  Selanjutnya baca Liputan Utama Majalah Housing Estate edisi November 2017.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan