Menara Pertama Apartemen di Vasanta Innopark Kelebihan Permintaan

Selasa, 21 Nov 2017 | Penulis: Putri

Housing-Estate.com, Jakarta - Vasanta Indo Properti Group melalui PT Sirius Surya Sentosa (SSS) membidik penjualan senilai Rp400 miliar dari menara pertama Aoki yang resmi diluncurkan di Jakarta Sabtu (18/11/2017). Apartemen yang berada di superblok Vasanta Innopark (100 ha) di dalam kawasan industri MM2100 (2.700 ha) Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jalan Sumatera, sekitar 200 meter dari exit tol Cibitung 2 di ruas tol Jakarta-Cikampek, itu ditujukan untuk kaum profesional dan keluarga muda, selain ekspatriat Jepang, Korea Selatan, China dan Eropa yang bekerja di ratusan perusahaan multinasional di berbagai kawasan industry di Cibitung dan Cikarang, Bekasi.

Presiden Direktur PT Sirius Surya Sentosa (SSS) Reggy Widjaja (dua dari kanan) dan Yoshihiro Kobi (dua dari kiri), Presiden Direktur PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, pengembang kawasan industri MM2100 Cibitung (Bekasi, Jawa Barat), serta direksi SSS sedang berfoto di depan maket proyek terpadu Vasanta Innopark (100 ha) di kawasan MM2100, usai peresmian peluncuran tower Aoki di Jakarta, Sabtu (18/11/2017).

Presiden Direktur PT Sirius Surya Sentosa (SSS) Reggy Widjaja (dua dari kanan) dan Yoshihiro Kobi (dua dari kiri), Presiden Direktur PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, pengembang kawasan industri MM2100 Cibitung (Bekasi, Jawa Barat), serta direksi SSS sedang berfoto di depan maket proyek terpadu Vasanta Innopark (100 ha) di kawasan MM2100, usai peresmian peluncuran tower Aoki di Jakarta, Sabtu (18/11/2017).

Harganya dibanderol Rp11-12 juta per meter persegi (m2) atau termurah Rp279 juta (termasuk PPN) untuk unit studio 26 m2, sampai Rp520 juta untuk tipe dua kamar 43 m2. Harga itu diklaim pengembangnya lebih terjangkau dibanding apartemen di Cikarang yang mencapai Rp17-18 juta/m2. Vasanta Innopark masih bisa diakses kalangan dengan pendapatan Rp10 juta per bulan sendiri atau joint income. “Selama ini kalangan itu tinggal di rumah kos atau kontrakan di kawasan Cibitung, Cikarang, bahkan di Karawang dengan harga sewa Rp700 ribu-1,2 juta per bulan,” kata Reggy Widjaja, Presiden Direktur SSS kepada housing-estate.com.

Sedangkan ekspatriat selama ini menyewa unit satu kamar ukuran 30 m2 di sejumlah apartemen servis di Cikarang dengan harga sewa Rp900 ribu per malam atau USD2100 setara Rp27 juta per bulan. “Nanti tahun 2021 saat tower Aoki sudah jadi, harga sewanya Rp8-10 juta per bulan. Masih masuk akal untuk investasi Rp300 juta per unit,” jelasnya.

Kebutuhan hunian segmen menengah dan menengah atas disebut Reggy cukup banyak dan nyata. “Sebanyak 8,5 juta penduduk di Bekasi dan masih akan terus bertambah setiap tahunnya. Kebutuhannya akan terus ada meskipun pembelinya 60 persen investor. Perlu dicatat, investor cukup penting karena dia membeli untuk kemudian disewakan,” ujarnya.

 

Tembus 1.000 Unit

Ia menyebutkan, tingginya kebutuhan hunian menengah itu dibuktikan dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) pada menara Aoki. Sejak diperkenalkan ke pasar Agustus lalu, pesanan tercatat lebih dari 1.000 unit. Padahal, yang ditawarkan hanya 805 unit. “Bisnis properti akan terus tumbuh meskipun cepat atau lambat. Pergerakannya akan terus ada karena kebutuhan rumah masih tinggi mengingat penduduk Indonesia, tahun tembus 260 juta,” kata Reggy.

Tahap pertama di Vasanta Innopark (12 ha) akan dikembangkan 17 menara apartemen berisi 14.000 unit hunian, mal empat lantai seluas 100.000 m2, 261 unit ruko 3-4 lantai, menara perkantoran, kondominium dan hotel bintang empat. Juli lalu ITB menandatangani kerja sama dengan SSS untuk pembangunan kampus ITB Technopark (program S2 dan S3) di Vasanta. “Untuk mengembangkan tahap pertama itu kami siapkan investasi Rp18-20 triliun,” ungkapnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan