Produsen Furnitur Olympic Kembangkan Superblok 30 Hektar

Jumat, 1 Des 2017 | Penulis: Putri

Housing-Estate.com, Jakarta - PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CIS), produsen furnitur dengan aneka merek, salah satunya Olympic, makin serius di bisnis properti. Melalui PT Olympic Bangun Persada (OBP), perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) enam bulan lalu ini, melansir proyek superblok Olympic City (30 ha) di koridor Jalan Raya Jakarta-Bogor (Jl Kaum Sari), Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya CIS mengembangkan proyek Commercial and Business District (100 ha) di pinggir jalan tol Jagorawi, tidak jauh dari Sirkuit Sentul yang akan dilintasi kereta ringan atau light rail transit (LRT) Cibubur-Bogor. Tahap pertama 60 unit gudangnya sudah habis terjual. Saat ini dipasarkan apartemen Olympic Residence.

Pemilik Olympic Group Au Bintoro (tiga dari kanan) beserta jajaran direksi PT Olympic Bangun Persada (OBP) termasuk Chief Executive Officer (CEO) OBP Imelda Fransisca melakukan prosesi pelatakan batu pertama (ground breaking) Olympic City. (Foto: Dok. Olympic City)

Pemilik Olympic Group Au Bintoro (tiga dari kanan) beserta jajaran direksi PT Olympic Bangun Persada (OBP) termasuk Chief Executive Officer (CEO) OBP Imelda Fransisca melakukan prosesi pelatakan batu pertama (ground breaking) Olympic City. (Foto: Dok. Olympic City)

Pengembangan Olympic City yang akan menelan investasi total Rp20 triliun itu dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa proyek terpadu (mixed use) mencakup hotel, apartemen, SOHO (small office home office) dan mal. Tahap kedua rumah sakit dan universitas, serta rumah tapak di tahap terakhir.

“Kota Bogor belum memiliki area central business distric (CBD) yang bisa memberi nilai tambah kota ini. Proyek kami hanya 5-6 kilometer dari pusat Kota Bogor seperti Kebun Raya Bogor dan IPB International Convention Centre di Jl Raya Padjajaran,” kata CEO OBP Imelda Fransisca saat seremoni peluncuran Olympic City di Bogor, Rabu (29/11/2017).

Proyek menyasar kaum menengah urban yang menginginkan hunian nyaman, sejuk, praktis, lengkap dan modern namun tetap berada di tengah kota. “Kota Bogor dekat sekali dengan kawasan Jakarta dan aksesnya mudah. Saya setiap hari pulang-pergi Jakarta-Bogor. Bogor juga kawasan central of agricultural industry karena aset alamnya berlimpah. Populasi usia produktifnya juga banyak sekali. Tahun 2014 jumlah penduduk usia 19-44 tahun mencapai hampir 450 ribu orang. Artinya kebutuhan hunian di kawasan ini masih sangat tinggi,” jelas Imelda, yang juga putri Au Bintoro, bos pabrik furnitur Olympic.

Kendati berada di fase ketiga, pada tahap pertama dipasarkan rumah tapak dengan alasan kebutuhannya di Bogor masih tinggi. “Tahun depan baru mulai fokus proyek high rise,” kata Miss Indonesia 2005 ini kepada housing-estate.com. Tahap awal dipasarkan 29 unit dari rencana total 130 rumah tapak yang dikembangkan di klaster Pine Garden.

Rumahnya dua lantai tipe 52/72, 65/84, 74/106 dan 79/104 seharga Rp700 juta–1,1 miliar per unit. “Sehari dipasarkan langsung habis. Yang beli teman dan relasi bisnis. Desember kami buka penjualan tahap dua karena targetnya kuartal kedua (2018) klaster ini harus habis,” terangnya. Pihaknya menargetkan pendapatan 15-20 persen lebih tinggi dari nilai investasi Pine Garden yang mencapai Rp120 miliar.

Ia menyatakan, proyek diuntungkan pembangunan jalan tol lingkar luar Bogor (Bogor Outer Ring Road/BORR). “Lokasi kami 50 meter dari exit tol Cibuluh,” ujar Imelda. Pembangunan stasiun LRT di kawasan Tanah Baru, 300 meter dari lokasi proyek, juga akan makin memperkaya pilihan transportasi penghuni Olympic City kelak. “Nanti juga ada stasiun Sukaresmi yang hanya 500 meter dari sini. Masih dalam tahap konstruksi,” pungkasnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan