Hong Kong Mulai Membangun Permukiman di Bawah Tanah

Selasa, 5 Des 2017 | Penulis: Nta

Housing-Estate.com, Jakarta - Wilayah otonom bagian dari Tiongkok ini sudah tenar dengan kepadatan penduduknya. Bayangkan, tujuh juta orang menyesaki wilayah seluas 1.106 km2, membuat semua dataran hingga bukit dipenuhi bangunan. Pemerintah kota masih mempertahankan 41 persen wilayahnya untuk taman dan membatasi pembangunan ke bukit-bukit terjal. Tapi, akibatnya makin sempit lahan yang bisa dibangun untuk pemukiman dan lain-lain.

Pameran pembangunan gua dalam tanah di Hong Kong. (Foto: Departemen Sipil dan Pembangunan Hong Kong)

Pameran pembangunan gua dalam tanah di Hong Kong. (Foto: Departemen Sipil dan Pembangunan Hong Kong)

Karena itu banyak gedung dibangun menjulang hingga batas maksimal ketinggian, dengan ukuran lahan yang relatif sempit. Dampaknya, ukuran unit apartemen makin kecil, sementara harga jualnya terus melambung. Harga rata-rata rumah di Hong Kong sekarang HK$1,8 juta atau lebih dari Rp3 miliar.

Menyadari makin sedikit lahan yang layak bangun, Pemerintah Otonomi Hong Kong menyusun rencana jangka panjang pembangunan properti ke dalam tanah seperti membuat gua. Seperti diungkapkan Tony Ho, ahli geoteknik dari Departemen Sipil dan Pembangunan Hong Kong, ide menggangsir tanah untuk dibangun tempat tinggal itu sudah terpikir sejak awal 1980-an. “Karena semua area kota Hong Kong sudah menjadi daerah terbangun,” katanya.

Tahun ini Hong Kong sudah menyelesaikan studi kelayakannya, di mana sudah direncanakan ada 48 titik lokasi yang akan dikembangkan dengan ukuran lahan antara 26-207 ha. Enam di antaranya sedang disiapkan. Meski masih dalam rencana, proyek sudah mendapat penghargaan dari International Tunneling Association dengan predikat Innovative Space Concept of the Year. Pesaingnya, rencana pembangunan kuburan dalam tanah oleh Israel dan rencana megaproyek transportasi Turki.

Sejatinya membangun fasilitas di bawah tanah bukan baru di kota termahal sejagat ini. Reservoir air laut untuk Hong Kong University berkapasitas 12.000 m3 dan tempat pengolahan air kotor sudah ada sejak tahun 1995. Fasilitas yang disebut terakhir ini bahkan sudah diremajakan tahun 2013 yang kemudian menjadi proyek pembangunan gua terbesar di seantero Hong Kong.

Tempat tinggal boleh di dalam gua, tapi fasilitasnya serupa permukiman di atas tanah dan tidak gelap. Dilengkapi fasilitas pengolahan air bersih dan air kotor, pusat data, reservoir dan gudang untuk gas, bahan bakar dan wine. Juga ada area parkir mobil dan sepeda dan fasilitas oleh raga. “Kita bisa memanfaatkan ruang bawah tanah, kita bisa membalik kendala menjadi kesempatan,” tegas Ho.

Karena termasuk proyek mega, pembangunannya akan berdampak pada ruang publik yang ada di seluruh kota. “Sekarang kami sedang merencanakan relokasi fasilitas yang sudah ada di dalam tanah yang artinya juga menata ulang area di atasnya,” jelas Edward Lo, Kepala Perencana Kota dari Departemen Perencanaan Hong Kong. Termasuk dalam hal ini merencanakan area di dalam gua itu tidak hanya untuk tempat tinggal, tapi juga untuk bisnis.

Lalu berapa nilai proyek mega ini? Pemerintah Hong Kong memperkirakan, untuk proses penggangsiran saja mencapai HK$2.043-2.688 per m2 dan total biaya konstruksinya HK$3.440-4.839 per m2. Tahap pertama akan dimulai tahun depan atau paling lambat awal tahun 2019, dengan membangun terlebih dulu fasilitas pengolahan air bersih dan air kotor. Seluruh proses pembangunan semua fasilitas itu diperkirakan memakan waktu satu dekade.

Sumber: CNBC & Wired

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Pasang Listing GRATIS
Beri Tanggapan