Gaji PNS Dipotong Tiga Persen untuk Tapera

Sabtu, 9 Des 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Sejak diundangkan Februari 2016, berbagai aturan teknis pelaksanaan UU Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) terus dimatangkan. Pemerintah sudah menganggarkan dana Rp2,5 triliun untuk modal dasar Tapera ditambah modal awal dari pengalihan dana kelolaan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum PNS).

pns jakarta

Ilustrasi

Bapertarum sendiri merupakan badan yang dibentuk untuk menghimpun dana bantuan pemilikan rumah dari potongan gaji PNS sebesar Rp3.000–10.000 per bulan tergantung golongan. Dengan iuran yang mungil itu, setiap PNS berhak mendapat bantuan uang muka pembelian rumah atau pembangunan rumah di atas tanah sendiri sebesar Rp1,2 – 2 juta/bulan tergantung golongan. Tentu saja bantuan itu sangat jauh dari cukup.

Karena itu menyusul dibentuknya Tapera, akumulasi iuran PNS yang dikelola Bapertarum PNS itu akan dialihkan ke Tapera sekaligus menjadi modal awal Tapera.

“April tahun depan Bapertarum diakuisisi Tapera. Jadi, untuk lima tahun pertama dana Tapera digunakan untuk pembiayaan perumahan PNS, kemudian karyawan BUMN. Bertahap dijalankan dengan prioritas PNS dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN) biar semua bisa melihat efektivitas Tapera,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (8/12).

Perusahaan swasta sendiri keberatan dengan pembentukan Tapera karena mewajibkan mereka untuk kembali mengeluarkan biaya untuk share iuran. Sampai sekarang belum dicapai kesepakatan antara pemerintah dan swasta menyangkut besarnya share iuran swasta dan pekerjanya untuk Tapera itu.

Bapertarum PNS yang dibentuk tahun 1993 hingga saat ini mengumpulkan dana hampir Rp12 triliun dari PNS. Setelah diintegrasikan dengan Tapera, iuran PNS itu akan dinaikkan menjadi tiga persen dari gaji. “Kenaikan itu dampaknya akan luar biasa dan (pemanfaatannya untuk PNS) harus dibuktikan dengan kinerja Tapera nanti,” jelas Heroe.

“Selama ini kan iuran Bapertarum hanya 0,23 persen dari gaji. Kalau dengan Tapera dinaikkan jadi tiga persen, pasti akan lebih banyak dana kelolaannya. Dari potongan tiga persen gaji PNS itu aja bakal terkumpul dana Rp4-5 triliun per tahun. Itu sudah signifikan menggerakan bisnis pengadaan perumahan,” katanya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan