Akhir Tahun PP Properti Ground Breaking Tujuh Proyek Sekaligus

Selasa, 12 Des 2017 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Bersamaan dengan perayaan ulang tahunnya yang ke-4 tanggal 12 Desember, PT PP Properti Tbk (PPRO) secara serentak melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) dimulainya pembangunan tujuh proyek di Bekasi dan Sumedang (Jawa Barat), Malang dan Surabaya (Jawa Timur), serta Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Grand Shamaya di Surabaya, salah satu proyek PP Properti yang melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pada akhir tahun ini. (Foto: dok PPPRO)

Grand Shamaya di Surabaya, salah satu proyek PP Properti yang melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pada akhir tahun ini. (Foto: dok PPPRO)

“Aksi perseroan yang merupakan salah satu rangkaian perayaan ulang tahun perseroan yang keempat ini bukti keseriusan kami menjaga kepercayaan konsumen,” kata Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO, melalui siaran pers yang disampaikan dalam Keterbukaan Informasi Publik dia Bursa Eek Indonesia di Jakarta, Selasa (12/12/2017). Ground breaking juga dimaksudkan untuk mendongkrak kinerja PPRO di akhir tahun.

Ketujuh proyek itu adalah dua menara di superblok Grand Kamala Lagoon (GKL), Bekasi. Yakni, tower Victoria yang telah terjual 70 persen dari total 1.137 unit dan tower Isabella yang berkonsep rusunami yang seluruhnya 600 unit sudah habis.

Kemudian The Louvin Jatinangor (1,2 ha) di kawasan kampus pereguruan tinggi Jatonangor, Kabupaten Sumedang, akan dibangun diatas lahan seluas 1,2 Ha. Menara pertamanya sebanyak 706 unit direncanakan rampung tahun 2020 dengan target pasar mahasiswa. “Apartemen ini akan dilengkapi cycling track dan berkonsep bebas narkoba,” jelas Taufik.

Berikutnya apartemen Begawan di Malang yang juga menyasar mahasiswa.  “Serupa dengan The Alton apartment di Semarang, Jawa Tengah, Begawan mengusung konsep premium student apartment dan menjadi apartemen dengan konsep bebas penggunaan narkoba pertama di Malang,” paparnya.

Tower pertama 948 unit diklaim sudah terjual sekitar 90 persen. Fasilitasnya antara lain kolam renang wanita dan umum, lapangan futsal, gym dan roof top yoga space serta e-library. Pembangunan apartemen yang berasitektur dinamis ini diperkirakan selesai tahun 2019.

Apartemen kelima Grand Shamaya (1,6 ha/5 menara) di kawasan pusat bisnis Surabaya di Embong Sawo. Menyasar kalangan atas, Grand Shamaya digadang-gadang menjadi private residential premium berkonsep luxury resort pertama di Surabaya. Yang akan dimulai pembangunannya adalah tower Aubrey sebanyak 409 unit yang disebut sudah terpesan di atas 70 persen dengan target selesai tahun 2021.

Disusul Palm Park Hotel Surabaya (bintang tiga) dan Prime Park Hotel & Convention di Lombok (bintang empat). “Pembangunan dua hotel ini untuk menambah porsi recurring income (pendapatan berulang) perseroan di masa mendatang, menyusul kesuksesan hotel-hotel kami sebelumnya di Jakarta dan Bandung,” ujar Taufik.

Berkaitan dengan perayaan ulang tahun itu juga, PPRO bekerja sama dengan Bank Mandiri menggelar Program KUAT (Kejutan Ulang Tahun di Akhir Tahun 2017), yang memungkinkan konsumen memenuhi uang muka lima persen saja dan bunga kredit pemilikan apartemen (KPA) 4,4 persen per tahun selama beberapa tahun pertama, untuk pembelian unit di proyek PPRO.

“Uang muka ringan dan bunga rendah sangat membantu masyarakat untuk bisa segera memiliki hunian. Ini akan mendongkrak penjualan PPRO di penghujung tahun ini hingga tahun 2018,” katanya. Program KUAT berlaku sampai 31 Desember 2017.

Sampai triwulan III 2017 PPRO mencatat peningkatan penjualan 14,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2016 dengan laba bersih Rp282 milyar atau naik 8,64 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan