FLPP 2017 Hanya Membiayai 21.500 Rumah Bersubsidi

Kamis, 21 Des 2017 | Penulis: Yudis

Housing-Estate.com, Jakarta - Pencapaian program sejuta rumah yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir April 2015 masih jauh dari target. Pemerintah cq Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) menyebutkan, pencapaiannya sejak diluncurkan mulai dari 600 ribuan unit per tahun sampai 765 ribu unit per  awal Desember 2017.

Perumahan sederhana | Foto : dok. Majalah Housing Estate

Perumahan sederhana | Foto : dok. Majalah Housing Estate

Rumahnya dari berbagai segmen, tidak hanya yang bersubsidi, mulai dari yang dibangun perusahaan pengembang, instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, pemda, program tanggung jawab sosial perusahaan, sampai yang dibangun masyarakat sendiri secara swadaya.

Khusus rumah yang bisa dibeli dengan KPR bersubsidi, pemerintah memberikan subsidi dengan skim fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga(SSB) plus bantuan uang muka.

Untuk skim FLPP, data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kemenpupera menyebutkan, yang sudah disalurkan mencapai Rp30,68 triliun untuk 517.558 unit rumah. PPDPP adalah unit di bawah Kemenpupera yang mengelola dan menyalurkan dana FLPP.

Tapi, dana sebesar itu disalurkan untuk rumah bersubsidi yang dipasarkan perusahaan pengembang sejak tahun 2010. “Untuk tahun 2017 per hari ini, dana yang disalurkan mencapai Rp2,4 triliun untuk 21.500 unit rumah,” kata Budi Hartono, Direktur Utama PPDPP kepada housing-estate.com, saat penandatanganan kerja sama PPDPP dengan 40 bank untuk menyalurkan KPR FLPP di Jakarta, Kamis (21/12).

Tahun 2018 alokasi dana FLPP mencapai Rp4,5 triliun dengan perincian Rp2,1 triliun dari APBN dan Rp2,4 triliun dari pengembalian pokok FLPP yang sebelumnya telah disalurkan ke PPDPP. “Anggaran Rp4,5 triliun ini bisa digunakan untuk mensubsidi 42 ribu unit rumah,” ungkap Budi.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan