Furnitur Lokal untuk Generasi Milenial

Jumat, 29 Des 2017 | Penulis: Diyah, Putri

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Furnitur dijajakan melalui market place khusus Lokalivin

Housing-Estate.com, Jakarta - Plaza Mebel adalah salah satu gerai furnitur dari Farpoint yang sudah hadir di Jl RS Fatmawati, Jakarta Selatan, sejak 5 Februari 1990. Bangunan lima lantai di atas lahan 8.821 m2 itu berisi 108 toko yang menawarkan 35 merek mebel lokal dalam berbagai jenis dan gaya. “Pelanggan bisa memilih sesuai selera, warna, ukuran, dan materialnya,” kata Managing Director Retail Farpoint (Gunung Sewu Group) Percy Marimba akhir Januari lalu.

perabot 2017 Furnitur Lokal untuk Generasi Milenial (4)

Mengikuti perkembangan zaman dengan generasi milenial makin mendominasi pasar, Plaza Mebel pun melakukan penyegaran baik fisik maupun produk-produk yang ditampilkan. Target pasar yang tadinya fokus ke kaum menengah ke atas berusia lebih dari 35 tahun, kini diperluas ke kalangan muda 20-35 tahun dengan menghadirkan Lokalivin’, etalase khusus produk-produk furnitur dan aksesori rumah buatan perajin lokal yang dirancang sesuai selera kalangan tersebut. Gaya produknya mulai dari minimalis, modern, sampai skandinavian dengan warnawarna terang, motif alam dan budaya local. Bahan baku utamanya rotan, kayu, sampai plastik dipadu dengan busa, kain linen, hingga tanah liat. “Karakter produknya sangat pas buat anak muda. Modern, unik, dan ekspresif. Semuanya handcraft (buatan tangan),” jelas Percy.

Sejumlah kurator desain dilibatkan mengatur produk-produk yang layak dijajakan di Lokalivin’ yang berasal dari tujuh perajin di Jawa dan Bali. Saat ini ada sekitar 100 macam produk dipajang, meliputi bangku, meja kecil, pernak-pernik pajangan, ambalan sampai lukisan. Lokalivin’ di lantai tiga dibagi dalam tiga area: market place (jual-beli), creative hub and exhibition (diskusi, presentasi dan lokakarya tentang desain interior), dan mock up room (ruang contoh). Jadi selain berbelanja, konsumen bisa berkonsultasi mengenai desainer interior rumahnya di Lokalivin’. Saat ini Lokalivin’ dalam pengerjaan dengan target diluncurkan resmi kwartal III tahun ini. Di bawah ini contoh produk kursinya yang bertema batik dan rotan.

Kursi Batik.

Rangkaian bangku (stools) ini diberi nama 1959 Living Stools. Dudukannya dijejali pegas (per) dan busa setebal 15-50 cm sebelum dilapisi kain akrilik motif batik. Kaki-kakinya dari kayu mahoni dengan sentuhan warna-warna cerah seperti merah, pink, biru, hijau, kuning dan oranye. Bentukn ya segi empat, bulat dan trapesium. Bisa ditempatkan di kamar tidur, ruang dandan, ruang belajar, atau ruang keluarga.

perabot bangku

  • Bulat. Motif batiknya lebih sederhana dengan permainan garis-garis polkadot putih. Dudukannya berdiameter sekitar 30 cm pas untuk orang dewasa, disangga empat kaki dari kayu mahoni yang didesain langsing. Pilihan warnanya merah dan oranye. Rp1,3 juta.
  • Segi Empat. Motif batiknya terkesan kekinian dengan memadukan beberapa unsur alam seperti wayang-tanaman, ikan-terumbu karang, bunga-bunga dan kupu-kupu-tanaman. Pilihan warnanya hijau muda, biru muda, merah muda kekuningan, oranye dan biru tua dikombinasi dengan merah. Rp1,15 juta.
  • Trapesium. Bahan dudukan dan kaki-kakinya sama dengan bangku berbentuk bulat. Hanya ukuran dudukannya lebih lebar dan panjang. Yaitu, 30 x 40 cm dan 40 x 50 cm. Rp1,4 juta.

Rotan

Karena lentur, rotan mudah dieksplorasi menjadi berbagai bentuk. Salah satunya berupa meja kopi (coffee table) dan bangku tanpa sandaran. Perabot yang biasa diletakkan di ruang tamu, ruang keluarga, atau teras ini tampil alami dengan rotannya di-finishing mengikuti warna aslinya sehingga terasa lebih hangat dan natural. Ukurannya yang mungil juga menghemat tempat.

perabot bambufurnitur lokal

  • Side Table. Bentuknya yang simpel dengan warna asli rotan makin menonjolkan keunikan rancangan meja setinggi 40 cm ini. Cocok ditempatkan di ruang keluarga atau area santai berkonsep lesehan. Rp532,5 ribu.
  • Tampah. Meja terinsipirasi dari nampan atau tampah dari bilah bambu atau kayu. Hanya di sini kayu atau bambu itu diganti dengan rotan yang dibelah-belah, lalu disusun bundar menyerupai piring berdiameter 80 cm. Rp629 ribu.
  • Dingklik. Coffee table bulat yang diolah dengan teknik anyaman yang menghasilkan garisgaris geometris saling-silang pada rangka dan garis jelujur di permukaannya, yang sekaligus menjadi daya tarik meja. Rp299 ribu.
  • Semi Bulat. Bentuknya bikin gemas, semi bulat dengan permukaan pipih selaras dengan tiga kaki-kakinya yang dianyam padat. Rp589 ribu.
  • Stools Colourfull. Tiga seri kursi mungil warna merah, biru dan hijau ini bahan bakunya ada dua. Rangka dudukan dan kaki-kaki dari rotan alami, dudukan mengandalkan rotan sintetis (polyethylene) yang kaya warna supaya lebih menarik di mata anak muda. Cocok untuk teras atau ruang belajar anak. Rp522 ribu

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan