Kemenpupera Usulkan Rumah Deret Sewa di Sepanjang Rel Kereta

Senin, 8 Jan 2018 |

Housing-Estate.com, Jakarta - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Hamid mengusulkan pembangunan rumah deret sewa di sepanjang jalur atau sekitar stasiun kereta untuk warga kota dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendahh (MBR). Bila tidak, lahan yang semakin mahal di perkotaan untuk membangun perumahan bagi MBR akan makin menjauhkan mereka dari pusat-pusat kegiatan di kota atau makin memicu munculnya kawasan-kawasan kumuh.

Kampung deret: bentuk revitalisasi rumah tidak layak huni.

Kampung deret: bentuk revitalisasi rumah tidak layak huni.

“Lahan, khususnya di sepanjang jalur kereta itu sangat mahal dan pasti tidak terjangkau oleh kebanyakan masyarakat. Di sisi lain di beberapa lokasi muncul rumah-rumah liar semi permanen yang justru merusak kawasan perkotaan dan membahayakan jalur kereta tersebut,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Khalawi dalam waktu dekat akan berkomunikasi dengan manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mulai mendata lokasi-lokasi yang layak dibangun rumah deret sewa. Termasuk melakukan perhitungan mengenai biaya sewa yang tepat dan kriteria warga yang berhak menghuni rumah deret sewa itu. “Harapannya dengan KAI kita bisa menata juga jalur sepanjang rel kereta dengan konsep rumah deret.”

Yang membangunnya bisa siapa saja baik dari Kementerian PUPR atau swasta selama  disetujui pihak KAI. Yang pasti dengan dibangunnya rumah deret sewa, lingkungan sepanjang rel kereta bisa lebih tertata dan tidak menjadi kumuh oleh hunian liar. Rumah deret sewa ini juga menjadi salah satu solusi menjawab tantangan masih adanya 3,4 juta rumah tidak layak huni di seluruh perkotaan di Indonesia.

“Program bisa digabung dengan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) atau program bedah rumah Kementerian PUPR. Ini merupakan stimulan dari pemerintah pusat kepada MBR untuk meningkatkan keswadayaan dalam pemenuhan rumah layak huni,” ujarnya.

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan