Harga Rumah di Inggris Jatuh

Jumat, 12 Jan 2018 | Penulis: Nta

Housing-Estate.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya sejak Juni 2017 harga rumah di negeri kelahiran James Bond ini turun. Demikian menurut Halifax, salah satu bank terbesar di Inggria, atas surveinya yang dirilis akhir Desember 2017. “Hal ini di luar perkiraan,” kata pihak Halifax. Memang tidak besar penurunannya, hanya 0,6 persen, menjadi harga rata-rata saat ini 225,021 poundsterling. Pertumbuhan harga pun dalam tiga bulan terakhir 2017 hanya 2,7 persen, sementara triwulan sebelumnya masih 3,9 persen.

Salah satu perumahan di London, Inggris. (Foto: London.gov.uk)

Salah satu perumahan di London, Inggris. (Foto: London.gov.uk)

Melihat hal tersebut banyak pengamat mengatakan pasar akan melambat; pertumbuhan hanya akan setinggi satu persen tahun ini. Ini artinya nilai properti akan turun secara riil. Terutama di London, harga diperkirakan akan terus merosot berbanding terbalik dengan kondisi satu dekade terakhir yang pertumbuhannya bisa mencapai 70 persen.

Menurut Chris Taylor, Managing Director of Property Consultancy Regency Residential, “Ini tidak bisa dibilang penurunan, tapi lebih tepat koreksi pasar terhadap harga, khususnya di London. Di mana tahun-tahun berikutnya pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti di Manchester, Bristol dan Birmingham memperlihatkan kenaikan harga.”

Secara nasional insitusi keuangan utama penyalur KPR melaporkan, akhir tahun 2017 harga rumah di Inggris naik 2,6 persen. Sebaliknya di London harga turun dan ini untuk pertama kalinya terjadi dalam delapan tahun terakhir. Mereka memprediksi pertumbuhan akan melambat tahun ini di kisaran 1-1,5 persen. Sementara Halifax memperkirakan harga jual rumah akan naik 0-3 persen selama tahun ini.

“Adanya regulasi baru tentang tidak dikenakannya bea materai untuk pembeli rumah pertama dengan harga sampai dengan 300.000 pound dan melemahnya nilai tukar pound mendorong bertambahnya investasi dari luar negeri. Ini bisa dilihat sebagai stimulus bagi pasar untuk terus menjaga harga tetap tinggi terutama di daerah-daerah di luar ibukota,” ujar Taylor.

Pasar yang melemah bisa dilihat juga dari jumlah persetujuan KPR yang masih sama dengan tahun lalu, dan pengajuan baru yang turun sejak delapan tahun terakhir. Managing Director Halifax Russell Galley mengatakan, “Pasar perumahan di tahun 2017 tampaknya masih sama dengan kondisi pasar tahun sebelumnya. Harga rumah tumbuh lambat, sementara aktivitas pembangunan, penjualan dan persetujuan KPR relatif tidak tumbuh. Hal ini didorong tekanan pada pertumbuhan upah riil dan ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut.” Kondisi tersebut semakin menangguhkan permintaan, padahal pasok juga berkurang.

Sumber: The Guardian

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan