Supaya Hembusan AC Tetap Adem

Rabu, 17 Jan 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Kini AC makin wajib di rumah-rumah urban. AC untuk rumah tinggal biasanya tipe split yang memisahkan unit untuk ruang dalam (indoor) dengan luar (outdoor). Keduanya dihubungkan dengan pipa untuk menyalurkan gas dingin dari freon di unit outdoor ke evaporator di unit indoor, untuk kemudian dihembuskan dengan blower ke seluruh ruangan. Selain memproduksi gas dingin, unit outdoor juga membuang hawa panas.

ac ruangan

Cuaca

Suhu di luar sangat mempengaruhi kinerja gas dingin di unit outdoor itu. Bila cuaca di luar panas, hawanya ke unit indoor juga tidak sejuk. Sebaliknya saat hujan atau cuaca dingin, gasnya bisa sangat dingin. “Saat cuaca panas, proses pendinginan AC jadi lebih berat karena pembuangan dan pertukaran udara panas-dingin (di unit outdoor)-nya lebih lama. Sebaliknya kalau cuaca di luar dingin, prosesnya lebih cepat,” kata Product Manager PT Gree Electric Appliances Indonesia (AC Gree) Bunarto.

Penempatan

Karena itu cara pasang, penempatan unit outdoor, kondisi pipa, dan lain-lain harus tepat. Pipa harus tertutup atau diinsulasi, tidak terbuka. Pipa polos dan terpapar udara bebas sangat berpengaruh terhadap kinerja AC. Gas di dalam pipa dan suhu di luar yang panas saling bertabrakan dan mempengaruhi suhu gas yang dialirkan ke unit indoor.

Kualitas pipa

Darma Effendy, Manager Departemen AC PT Sharp Electronics Indonesia, menambahkan, pipa kerap menjadi titik lemah yang tidak disadari konsumen. Terlebih bila membeli AC di toko tradisional yang tidak menjualnya dalam satu paket. Toko lalu memberikan pipa berkualitas rendah yang mudah retak halus dan membuat pendinginan tidak maksimal. “Di toko modern AC dijual sepaket dengan pipa berkualitas baik,” katanya.

Sesuai kapasitas

AC juga harus dipasang sesuai kapasitas. Misalnya, AC 1 PK untuk ruangan 4 x 4 m2. Kalau ruangannya lebih besar, pendinginannya lebih lama dan tidak maksimal.

Teduh dan tidak berhadapan langsung

Unit outdoor AC juga diletakkan di tempat yang teduh atau terlindung, tidak terbuka terpapar panas dan debu, sirkulasi udaranya bagus, tidak menempel ke dinding (berjarak 30 cm) dan tidak berhadapan dengan unit outdoor lain. “Kalau berhadapan, satu sama lain akan menyerap buangan udara panasnya. Space dengan udara bebas paling tidak 1,5 meter dan jarak antar-unit outdoor tiga meter,” urai Darma.

Dirawat berkala

AC juga harus dirawat dan dibersihkan berkala setiap tiga bulan semua elemennya termasuk filter di unit indoor. “Kalau unit outdoor terkena debu berlebihan, frekuensi pembersihannya harus lebih sering,” kata Bunarto.

Tidak hidup-mati

AC sebaiknya dihidupkan sekali untuk 6–10 jam/hari, baru dimatikan, agar kompresor (di unit outdoor)-nya awet. Bukan dihidupkan sebentar, lalu dimatikan, kemudian dinyalakan lagi. Bila evaporator atau kondensornya mulai berkarat atau korosi, sebaiknya AC diganti dengan yang baru, karena kinerjanya sudah tidak maksimal dan boros listrik.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan