Sandiaga: Pengembang Ini Maunya Untung Terus

Senin, 22 Jan 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno (Sandi) menyatakan kritiknya kepada para pengembang properti, khususnya pengembang mudanya yang belum lama berbisnis. Bisnis properti merupakan bisnis jangka panjang yang sangat terkait dengan berbagai aturan. Karena itu bisnis ini tidak boleh dilakukan secara serampangan.

“Kami ingin memberikan kemudahan bahkan insentif untuk pengembang yang kontribusinya juga jelas. Cuma pengembang-pengembang baru ini belum apa-apa, belum kelihatan kinerjanya, maunya untung terus. Makanya ini mau kami bikin supaya win-win bagi semua pihak,” kata Sandi saat berbicara sebelum meneken nota persepahaman dengan puluhan pengembang anggota REI DKI yang mendukung program depe Rp0 yang dilansir Pemprov Jakarta untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah di Jakarta, di Balaikota Jakarta akhir pekan lalu.

Program yang merupakan perwujudan janji kampanye pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno itu mulai direalisasikan akhir pekan lalu dengan melakukan pemancangan tiang pertama atau ground breaking menara pertama dari dua menara yang akan dibangun di apartemen murah Pondok Klapa Village (1,4 ha) di Jl H Namat, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Tahap pertama dikembangkan satu menara berisi tipe 21 m2 (195 unit) dan 36 m2 (513 unit). Harga tipe 21 m2 ditetapkan Rp185 juta/unit, tipe dua kamar 36 m2 Rp320 juta. Apartemen bisa dibeli MBR warga Jakarta yang berpenghasilan di bawah Rp7 juta/bulan sendiri atau berpasangan.

Sandi menyebut, di Jakarta masih ada kekurangan pengadaan hunian (backlog) mencapai 300 ribu unit, dan ini merupakan peluang bagi kalangan pengembang. Ia juga menyebut akan melibatkan kalangan pengembang terkait penyusunan rencana kerja, khususnya di bidang properti, sebagai bentuk aktif Pemprov mengajak kalangan pengusaha yang paling tahu kondisi dan situasi pasar.

Hal itu agar pembangunan di Jakarta bisa lebih baik dan humanis bagi seluruh masyarakat. Karena itu pendekatan yang harus ditempuh bukan sekadar membangun, tapi juga mulai memerhatikan dan menerapkan konsep-konsep pembangunan yang hijau dengan inovasi terbaru. Jakarta harus bisa menjadi contoh untuk smart home, serta smart office dan smart building.

“Kalau pengembang sudah bergerak kemudian untung, kita berharap bayar pajaknya bisa lancar sehingga kita bisa membangun dengan sustain. Konsep eco green harus terus didorong. Tentunya bagus kalau sebuah bangunan bisa ada urban farming. Selain indah, bisa membantu  ketahanan pangan di perkotaan,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan