Sambil Cukur Rambut, Menteri Basuki Survei Pekerja Informal

Selasa, 6 Feb 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sangat menyadari besarnya potensi pekerja informal yang selama ini belum tersentuh KPR bersubsidi dengan bunga 5 persen per tahun selama masa kredit (maksimal 20 tahun), uang muka 1 persen, dan bebas PPN.

Menpupera Basuki Hadimuljono

Menpupera Basuki Hadimuljono

Hanya saja KPR bersubsidi dengan skim Fasilitas LIkuiditas Pembiayaan Perumahan dan Subsidi Selsiih Bunga (SSB) itu selama ini hanya menyasar pekerja formal berpenghasilan tetap seperti karyawan, belum pekerja informal seperti pedagang kecil, sopir, pekerja bangunan, pembantu rumah tangga dan sejenisnya. Padahal, kemampuan mencicil pekerja informal sering tidak kalah dari pekerja formal.

“Saya punya langganan tukang cukur dari Garut (Jawa Barat). Setiap bulan dia bisa kirim uang ke kampungnya Rp400–500 ribu per minggu. Kalau ini disisihkan untuk mencicil rumah sudah sangat bisa karena mereka mengontrak rumah aja bisa Rp800 ribu per bulan,” kata Basuki saat meresmikan pameran properti Indonesia Property Expo (IPEX) 2018 yang diselenggarakan Bank BTN di Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.

Tukang cukur itu, lanjut Basuki, juga memiliki komunitas tukang cukur asal Garut yang jumlahnya cukup banyak. Belum komunitas lain untuk profesi yang lain seperti warung makan, tukang bakso, dan sebagainya. Karena itu kalangan pekerja informal ini sangat potensial karena memiliki daya beli yang cukup baik untuk membeli rumah secara kredit, khususnya dengan kredit pemilikan rumah bersubsidi.

Karena itu tahun ini Kementerian PUPR akan lebih fokus melayani pekerja informal  terkait regulasi penyaluran bantuan pembiayaan perumahan bersubsidi. Pekerja informal yang selama ini mengontrak rumah mencapai Rp500–800 ribu per bulan juga harus mendapatkan akses ke pembiayaan perumahan.

“ Salah satunya dengan mengubah program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan program padat karya tunai supaya masyarakat di daerah bisa langung merasakan dampakanya. Kami juga mengapresiasi Bank BTN sudah meluncurkan kredit mikro untuk kalangan informal ini dengan berbagai persyaratan tertentu. Semoga cara-cara seperti ini bisa diikuti oleh bank lain,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan