Gedung Berbahan Kayu Tertinggi di Dunia Bakal Hadir di Tokyo

Rabu, 21 Feb 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Sebuah gedung berbahan kayu tertinggi di dunia akan berdiri di tengah Tokyo, Jepang. Gedung yang diberi label W350 ini menjulang setinggi 350 meter, punya 70 lantai dan 90 persen terbuat dari kayu yang dikombinasikan dengan baja. Dengan ketinggiannya tersebut, gedung digadang-gadang akan menjadi yang tertinggi di seantero Jepang.

(Foto: Sumitomo Forestry)

(Foto: Sumitomo Forestry)

Gedung dirancang Nikken Sekkei Ltd dengan konsep hutan, sesuai dengan usaha utama yang digeluti pemiliknya Sumitomo Forestry Co Ltd, perusahaan pengelola hutan di Jepang dan berbasis di Chiyoda-ku, Tokyo.  Dibangun di lahan yang tidak begitu luas, 6.500 m2, gedungnya ramping dengan luas per lantai sekitar 6.500 m2. Jadi total luas bangunan mencapai 455.000 m2.

Strukturnya berbentuk tube, di mana rangka baja sebagai pengendali getaran diletakkan di dalam struktur kolom dan baloknya yang terbuat dari kayu, menciptakan kombinasi kayu dan baja yang kokoh dari gempa.

Di setiap beberapa lantai di sisi terluar bangunan akan tersedia balkon yang fungsional. Maksudnya selain akan ditanami aneka tumbuhan, orang-orang juga bisa memanfaatkannya untuk merasakan udara luar ruang secara langsung di ketinggian. Area balkon akan terhubung dengan area hijau yang ada di lantai dasar, yang nanti dibuat menerus hingga ke atap.

Sementara struktur dalamnya semua terbuat dari kayu, guna menciptakan nuansa hangat dan elegan. Rimbunnya tanaman dan material kayu itu selain memberi nuansa alami, juga diharapkan menarik aneka fauna, sehingga tercipta hutan di tengah kota.

Diperkirakan membutuhkan material kayu 185.000 m3 atau setara kebutuhan kayu untuk pembangunan 8.000 unit rumah kayu yang juga digeluti Sumitomo Forestry. Berfungsi multi, gedung akan dipakai untuk tempat belanja, gedung kantor, hotel dan apartemen.

Pembangunan W350 diperkirakan menghabiskan dana 600 miliar yen atau lebih dari Rp80 triliun. Menurut CNBC, biaya ini dua kali lipat biaya pembangunan gedung konvensional dengan teknologi yang ada sekarang.

Walau begitu, Sumitomo tetap kukuh karena yakin seiring dengan makin seringnya material kayu dipakai lagi untuk pembangunan gedung tinggi ditambah kemajuan teknologi, biaya pembangunan akan berkurang di masa depan.

 

(Foto: Sumitomo Forestry)

(Foto: Sumitomo Forestry)

Menurut perusahaan itu, semakin banyak kayu yang digunakan akan semakin banyak hutan terpelihara. Mungkin agak kontradiktif, namun menurut Sumitomo jika volume penggunaan kayu setara dengan volume pertumbuhan hutan, akan meningkatkan pemeliharaan terhadap hutan. Dan keberadaan hutan ini dalam jangka panjang tidak saja demi alasan keanekaragaman hayati, pun daya serap CO2-nya akan meningkat sehingga lingkungan menjadi lebih bersih.

W350 direncanakan rampung dibangun tahun 2041 bersamaan dengan ulang tahun 350 tahun perusahaan tersebut. Selain agar ramah lingkungan, penggunaan kayu pada struktur gedung ditujukan sebagai cara untuk meningkatkan kembali penggunaan material kayu untuk pembangunan gedung di kota.

Konsep awalnya disiapkan Tsukuba Research Institute, fasilitas riset milik Sumitomo Forestry. Riset itu sendiri bertujuan mengangkat kembali kayu sebagai material bangunan di masa depan dengan teknologi yang lebih canggih dan ramah terhadap lingkungan.

Sumber: CNBC, Dezeen & Sumitomo Forestry

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan