Savills: Harga Apartemen di Jakarta Makin Masuk Akal

Jumat, 9 Mar 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Laporan riset Savills Indonesia, sebuah perusahaan konsultan properti asing, atas pasar apartemen pada semester dua 2017 menunjukkan, harga jual apartemen di Jakarta masih tertekan.

Harga makin masuk akal

Harga makin masuk akal

Dibanding semester dua 2016 harga tertekan 2,56 persen menjadi Rp26.213.185 per meter persegi (m2). Semua kelas apartemen mengalami tekanan kecuali kelas upper-middle yang naik sangat tipis 0,23 persen menjadi Rp34.562.297 per m2.

Menurut Anton Sitorus, Director, Research Consultancy Savills, karena penurunan yang kurang dari tiga persen, tak bisa dikatakan harga menurun, tapi lebih tepat dikatakan sebagai koreksi dan itu tidak signifikan. Kalaupun ada penurunan, hanya terjadi pada apartemen kelas lower middle yang perubahan tahun per tahunnya mencapai 8,96 persen menjadi Rp17.289.294 per m2.

Penurunan harga itu bukan karena pengembang mematok harga yang lebih rendah daripada sebelumnya, namun karena mereka makin besar memberikan diskon atas harga kepada konsumennya. Hal itu dilakukan guna mencapai target penjualan yang sudah ditetapkan pada tahun berjalan. Maklum, meskipun potential demand tinggi, mereka (konsumen) masih melakukan aksi tahan diri mengingat kondisi ekonomi dan sospol yang belum menggembirakan.

Akibatnya hasil penjualan semester dua 2017 lebih buruk daripada semester sebelumnya, yakni dari 4.080 unit menjadi hanya 1.970 unit, sehingga total sepanjang tahun lalu penjualan mencapai 6.050 unit atau anjlok 43 persen dibanding penjualan tahun sebelumnya. Tahun 2016 penjualan tercatat 10.500 unit dan tahun 2015 mencapai 11.000 unit.

Untungnya tahun 2017 proyek baru yang dilansir pun jauh lebih sedikit daripada tahun 2016. Jika pada tahun 2016 penawarannya 10.830 unit, sepanjang tahun lalu hanya ada 6.650 unit. “Hal ini mengindikasikan pengembang pun makin hati-hati untuk rencana ekspansi atau menawarkan produk baru,” ujar Anton.

Penawaran baru itu membuat pasok di tahun-tahun ke depan akan mencapai 69.870 unit, sementara stok yang ada saat ini tercatat 137.895 unit.  Pasok baru (unit yang sudah jadi) tahun ini juga tak banyak, hanya 35.322 unit atau 45 persen dari yang direncanakan pengembang.

Melihat kondisi tersebut Anton kurang optimis melihat pasar apartemen tahun ini. “Tahun ini sudah semakin dekat dengan masa pemilu presiden, investor sangat mungkin makin menahan diri,” katanya.

Namun sebaliknya, pengembang akan makin gencar memberi diskon dan insentif kepada konsumen. Savills memprediksi jumlah unit baru tahun ini hanya 29.140, dimana yang terbanyak (43 persen) ada di kelas upper-middle.

Walaupun demikian, Savills menilai fase terendah dari siklus sudah terlewati. Kenaikan mungkin akan terjadi di kelas mid-end dan upper-middle atau unit apartemen di kisaran harga Rp20–35 juta per m2. “Di harga itulah yang saat ini apartemen paling bisa dijangkau kebanyakan konsumen. Karena saat ini adalah buyer market (pasar dikuasai pembeli), harga jual pun makin masuk akal dalam arti pengembang tidak bisa lagi menetapkan harga semaunya kecuali produknya mau tidak laku,” jelas Anton.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan