Tidak Ikuti Perkembangan, Mal Ditinggal Pengunjung

Jumat, 9 Mar 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Pertumbuhan e-commerce atau belanja online (daring) menjadi fenomena yang kerap disebut sebagai penyebab sepinya mal dan pusat perbelanjaan. Tapi asumsi ini tidak sepenuhnya benar karena ada faktor lain yang membuat mal ditinggal pengunjung.

Pondok Indah Mall (caption: Selalu ramai karena mengikuti tren dan menghadirkan tenant yang digandrungi publik).

Selalu ramai karena mengikuti tren dan menghadirkan tenant yang digandrungi publik).

“Belanja daring bukan penyebab utama sepinya mal di kota-kota besar tapi karena konsep mal yang tidak responsif terhadap perkembangan zaman dan tren yang berubah sangat cepat,”  ujar Handoyo K. Setyadi, CEO Pollux Mall Indonesia (Pollux Properties), kepada housing-estate.com pada acara penandatanganan retail brand di Jakarta, Rabu (7/3). Pollux tengah mengembangkan Dotonburi Shooping Steet yang merupakan bagian dari proyek Pollux Technopolis Karawang, Jawa Barat.

Handoyo menyebutkan, pemilik mal selama ini hanya fokus mencari penyewa hingga ruangnya penuh tanpa melakukan evaluasi dan up dating terhadap penyewa. Kalau memperoleh sewa jangka panjang yang umumnya berlaku lima tahun dan bisa memperpanjang pemilik sudah senang.  Seharusnya mal memperhatikan tren dan keinginan yang berkembang di masyarakat. Karena itu evaluasi dan kocok ulang tenant mix diperlukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan. Bila perlu dilakukan perubahan konsep dan redesain bangunan mal.

Ia mencontohkan Pondok Indah Mal (PIM) 1-3 yang terus melakukan penyempurnaan dan pembaruan tenant. Hasilnya mal di perumahan elit Pondok Indah, Jakarta Selatan, itu selalu ramai.  Ada tenant-tenant baru yang sedang digandrungi public. Pacific Place di kawasan Sudirman CBD yang mulai sepi setelah ditinggal satu dari dua tenant utamanya sekarang mulai berubah dengan memperbanyak food and beverage (F&B). “Evaluasi harus terus dilakukan jangan hanya fokus bagaimana memperpanjang sewa. Belanja daring itu komplemen dan memperkuat mal, bukan penghalang,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan