Istaka Karya Gandeng China Bangun Proyek Infrastruktur dan Properti

Selasa, 13 Mar 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Istaka Karya menggandeng China Construction Eight Engineering Corp Ltd (CCEED), salah satu BUMN asal China, untuk membangun sejumlah proyek energi, infrastruktur, dan properti di Indonesia. Pada  tahap awal Istaka dan CCEED akan mengikuti lelang proyek jalan nasional di Sumatera hingga Papua.

mou signira ceremony istaka

Menurut Direktur Operasi Istaka Karya Widi Suharyanto, penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan CCEED  merupakan respon cepat perusahaannya menyikapi pola pembiayaan proyek infrastruktur dengan skema availability payment yang direkomendasikan pemerintah karena terbatasnya dana APBN.

“Dengan skema itu proyek dibiayai 100 persen oleh swasta, nanti pemerintah mencicil pembayarannya (installment) dalam 15-20 tahun. Satu paket pekerjaan jalan nilainya bisa Rp2-3 triliun. CCEED bersedia membiayai proyek dengan nilai mulai dari Rp700 miliar,” katanya saat acara penandatanganan MoU di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Istaka akan mengikuti lelang untuk mengerjakan proyek jalan di Palembang (Sumatera Selatan), Pekanbaru (Provinsi Riau) dan Wamena (Papua) yang akan segera dibuka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera).

Widi menjelaskan, skema availability payment baru pertama diterapkan di Indonesia. Di negara maju seperti Selandia Baru dan Australia, skema itu terbukti efektif untuk membiayai pembangunan proyek infrastruktur tanpa mengandalkan dana pemerintah.

“Kita tahu pemerintah ingin menggenjot pembangunan infrastruktur, namun dana APBN terbatas. Makanya skema ini ditawarkan. Nantinya skema ini mengikat dalam jangka panjang sehingga kalaupun pemerintah berganti, termin pembayaran untuk proyek yang sudah disepakati tetap berjalan. Skema ini cukup menguntungkan secara bisnis. Makanya banyak investor asing yang mau masuk karena melihat potensi (pasar Indonesia) yang sangat besar,” urainya.

Indonesia Chief Representative CCEED Steven Li menyebut, pihaknya tidak membatasi bisnis yang akan digarap di Indonesia bersama Istaka. “Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Potensi pasarnya sangat besar dan kami ingin ikut berkontribusi di berbagai bidang untuk transfer teknologi, keahlian, dan lain sebagainya. Ada begitu banyak proyek strategis yang bisa kita garap bersama,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan