New York Kota Pilihan Warga Superkaya Dunia

Rabu, 14 Mar 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Di mana para warga superkaya dunia tinggal? Menurut Wealth Report 2018 keluaran Knight Frank, dari seluruh kota di dunia, mereka umumnya memilih tinggal di New York, Amerika Serikat. Pada tahun lalu, kota berjuluk the big apple ini dihuni 1.167.131 rumah tangga yang memiliki pendapatan di atas 250 ribu dolar AS atau lebih dari Rp3,4 miliar per tahun.

Central Park Area, New York, AS. (Foto: Urbanland.uli.org)

Central Park Area, New York, AS. (Foto: Urbanland.uli.org)

Wealth Report sendiri adalah survei tahunan yang diadakan Knight Frank tentang jumlah dan pertumbuhan serta gaya hidup serta berinvestasi warga super kaya dunia. Dibagi dalam dua kategori, yakni High-net-worth individual (HNWI), seseorang yang punya kekayaan bersih lebih dari 1 juta dolar AS atau di atas Rp14 miliar (di luar rumah utama yang ditempatinya), dan Ultra-high-net-worth individual (UHNWI) yang punya punya kekayaan bersih lebih dari 30 juta dolar AS atau lebih dari Rp400 miliar (di luar rumah utama yang ditempatinya).

Menurut Knight Frank, belakangan warga superkaya dunia tumbuh 10 persen lebih tinggi daripada lima tahun yang lalu atau secara kumulatif mencapai 18 persen. Hal ini mencerminkan tahun 2017 dunia sudah mengalami perbaikan ekonomi selepas krisis keuangan global tahun 2012/2013. Dampak lanjutannya bisa dilihat dari menurunnya jumlah warga superkaya dunia ini tahun 2015.

Berdasarkan laporan tersebut, warga superkaya dunia juga memilih tinggal di sejumlah kota besar lain di AS. Dari 10 kota teratas, berturut-turut di bawah New York adalah Los Angeles, Chicago, San Francisco, Washington DC, Houston, Dallas, Boston dan Philadelphia.

Berikutnya baru London (Inggris) yang menjadi tempat tinggal sekitar 272.604 warga kaya dunia. Meski di posisi kedua dan ketiga, jumlah warga kaya dunia yang tinggal di Los Angeles cuma 55 persen dan di Chicago 34 persen dari jumlah yang ada di New York, yaitu masing-masing 637.749 dan 400.416 rumah tangga. Sementara kota-kota berikutnya hanya berselisih sedikit.

Yang menarik dalam lima tahun ke depan pertumbuhan jumlah warga kaya terbesar ada di Jakarta. Knight Frank memperkirakan dalam periode itu ada tambahan sebanyak 223.447 rumah tangga yang berpendapatan di atas 250 ribu dolar AS di Ibukota RI ini.

Di New York sendiri hanya akan tumbuh sebanyak 148.413 rumah tangga, kalah dengan penambahan jumlah di Kairo (Mesir) yang diperkirakan sebanyak 152.643 rumah tangga.

Pada tahun 2017 warga Indonesia yang punya aset di atas 5 juta dolar AS ada sebanyak 19.010 orang, lalu yang berkekayaan lebih dari 50 juta dolar AS ada 1.160 orang. Adapun yang aset pribadinya lebih dari 500 juta dolar AS hanya 70 orang.

Dalam periode 2017-2022 jumlah multi-millionaires atau yang punya aset di atas 5 juta dolar AS dan 50 juta dolar AS masing-masing akan tumbuh 66 persen. Sementara yang berkekayaan lebih dari 500 juta dolar AS tumbuh 57 persen atau ada sekitar 110 orang.

Pertumbuhan ini jauh di atas pertumbuhan pada periode 2012-2017 yang hanya 7,5 persen. Bahkan jumlah multi-millionaires yang berkekayaan lebih dari 500 juta dolar AS tidak bertambah.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan