Tomi Suharto Kembangkan Township Di Negeri “Laskar Pelangi”

Rabu, 14 Mar 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - PT Belitung Golf and Resorts (BGR), anak usaha PT Intra GolfLink Resorts (IGR) dan PT Putra Ciptawahana Sejati (Ranati), mengembangkan sebuah proyek kota baru (township) seluas 715 ha yang berlokasi di sisi kawasan pariwisata Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

black rocks

Proyek ini dinamakan Black Rocks Golf Belitung yang lokasi tepatnya berada di sisi Pantai Tanjung Tinggi yang merupakan lokasi kisah novel dan film fenomenal “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang orang Belitong.

Karena itu pantai ini disebut juga sebagai Pantai Laskar Pelangi. IGR merupakan salah satu lini bisnis yang dimiliki Hutomo Mandala Putra (Tomi Suharto) yang juga mengelola Palm Hill Golf Club di Sentul (Bogor, Jawa Barat) dan New Kuta Golf di Bali.

Menurut Direktur Utama BGR Suprapto “Toto” Pegeng, tahap pertama proyek ini akan dikembangkan seluas 100 ha dengan perincian 70 ha untuk lapangan golf dan driving range, 5 ha untuk Golf Club House dan hotel bintang empat (40 kamar), 25 ha untuk kaveling vila residensial (300 unit), serta infrastruktur pendukungnya.

“Lapangan golfnya bisa menjadi daya tarik yang sangat kuat dan itu terbukti di dua proyek kami di Bogor dan Bali. Di sini konsepnya kawasan resort yang terintegrasi. Kaveling yang kami tawarkan berada di sisi lapangan golf dilengkapi danau seluas 40 hektar dan view pantai yang indah,” katanya saat penandatanganan kerja sama pemasaran dengan aplikasi online Projek yang membawahi tujuh perusahaan broker (Century21, Era, Harcouts, LJ Hooker, Promex, Remax, dan Ray White) di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Founder Projek dan konsultan pemasaran Black Rocks Golf Belitung Andy K Natanael menambahkan, Belitung telah menjadi kawasan new destination untuk pariwisata dengan perkembangan yang sangat pesat.

Karena itu ke depannya potensi dari properti di kawasan ini akan sangat baik, terlebih proyek dikembangkan berskala luas dan berjangka panjang.

“Investasi untuk lapangan golf itu sangat mahal dan di sini ditawarkan kaveling yang bersisian dengan lapangan golf sehingga potensi ke depannya sangat baik. Ditambah ada begitu banyak gimmick marketing untuk pembeli kaveling di sini, misalnya gratis member golf yang bisa dijual hingga bagian saham dari pengelolaan club house-nya,” ujarnya.

black rocks 2

Sementara Vice Director BGR Febri Astuti menjelaskan, ada 300 unit kaveling seharga Rp25 juta/m2 (mulai Rp750 juta) dengan ukuran mulai dari 300 m2 yang dipasarkan. Sejak dipasarkan akhir tahun lalu, ia menyebut sudah terjual 70 kaveling. Sementara lapangan golf yang dibangun tahun 2016 tahap awalnya akan siap beroperasi akhir tahun ini.

“Total investasi untuk pembangunan tahap pertama mencapai Rp167 miliar. Akhir tahun ini juga 40 kamar hotel akan beroperasi dan akan disusul pengembangan 100 kamar berikutnya. Sementara kavelingnya ditargetkan bisa habis terjual pada tahun ini. Untuk pengembangan seluas 715 ha targetnya akan diselesaikan hingga tahun 2023,” ungkap Andy.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan