Begini Pasar Properti Indonesia Menurut Developer Singapura

Selasa, 27 Mar 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang terbilang aik dibandingkan negara-negara di regional Asia dan dunia. Bahkan, beberapa lembaga internasional menyebut ekonomi Indonesia bisa berada di peringkat 5-7 terbesar di dunia tahun 2030–2035.

Bill Cheng (tengah), Presiden Direktur PT Brewin Messa, developer asal Singapura yang mengembangkan apartemen premium The Lana di kawasan Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Banten).

Bill Cheng (tengah), Presiden Direktur PT Brewin Messa, developer asal Singapura yang mengembangkan apartemen premium The Lana di kawasan Alam Sutera, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Banten).

Karena itu banyak investor asing termasuk pengembang properti yang ingin berbisnis di Indonesia. Saat ini pengembang dari China, Jepang, Korea, Australia, Timur Tengah, hingga Singapura sudah masuk mengembangkan proyek di megapolitan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Lombok.

Menurut Bill Cheng, Presiden Direktur PT Brewin Mesa Sutera, pengembang asal Singapura yang mengembangkan apartemen premium The Lana di kota baru Alam Sutera (800 ha), Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pengembangan proyek properti di Indonesia sangat potensial terutama di lokasi-lokasi yang pengembangannya sangat baik seperti Serpong yang dinilainya sebagai perpanjangan wilayah Jakarta Barat.

“Kami masuk ke Indonesia tahun 2015 dan memilih Alam Sutera karena melihat Serpong dan Tangerang sebagai wilayah yang sangat berkembang dengan jumlah populasi kelas menengah terus meningkat. Lokasi strategis itu didukung pengembangan proyek infrastrktur baru yang akan membuat kawasan makin lengkap dan mudah aksesibilitasnya,” katanya dalam diskusi dengan media mengenai sudut pandang pengembang Singapura terhadap bisnis properti Indonesia di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Terbukti kendati pasar disebut melesu sejak 2014, penjualan The Lana tetap melaju sejak mulai dipasarkan akhir 2016. Menyasar segmen harga Rp1,5-Rp5 miliar, The Lana bisa membukukan penjualan 20 unit dalam waktu satu bulan saat masa awal diluncurkan.

“Tahun ini pasar akan makin baik, didukung berbagai upaya pemerintah melalui berbagai regulasi dan kebijakan (menaikkan pertumbuhan ekonomi). Dalam jangka panjang ekonomi Indonesia memiliki potensi sangat besar (untuk berkembang lebih tinggi) dengan populasi, demografi, dan pertumbuhan kelas menengahnya yang luar biasa,” tutur Bill.

Total sampai saat ini The Lana disebutrnya telah membukukan penjualan 45 persen atau 220-an unit dari total 563 unitnya. Dibangun di atas lahan 8.000 m2, The Lana terdiri atas dua menara setinggi 37 lantai mencakup 199 unit dan 364 unit hunian tipe 1-3 kamar seluas 58-160 m2. The Lana telah menyelesaikan tahap pembangunan pondasi dan segera memulai  pembangunan struktur di atasnya. Target serah terima kuartal kedua 2020.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan