Semua Fasilitas Apple Kini Mengunakan Energi Terbarukan

Rabu, 11 Apr 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Dikenal sebagai produsen gawai, sistem dan perangkat lunak berbasis teknologi informasi, kemudian berkembang menjadi social enterprise, Apple memang terus berinovasi. Tidak saja untuk produknya tapi juga inovasi dalam prosesnya.

Baru-baru ini Apple mengumumkan, semua fasilitasnya yang meliputi toko ritel, kantor, data center dan co-located facilities, sudah menggunakan energi terbarukan seperti listrik tenaga matahari. Fasilitas yang sudah 100 persen menggunakan energi bersih itu tersebar di 43 negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, China dan India.

Panel surya di atap kantor pusat Apple yang baru di Cuppertino, AS. (Foto: Apple)

Panel surya di atap kantor pusat Apple yang baru di Cuppertino, AS. (Foto: Apple)

Perusahaan raksasa itu juga mengumumkan, 23 perusahaan perakit produk Apple juga berjanji akan melakukan hal serupa. Antara lain Arkema, desainer, yang studionya ada di Prancis, AS dan China. Lalu DSM Engineering Plastics, produsen polimer yang salah satu pabriknya berlokasi di Taiwan. Juga Luxshare-ICT, produsen aksesori aneka produk Apple yang pabriknya ada di China timur, serta Pegatron yang merakit iPhone di Shanghai dan Kunshan, China.

“Kami berkomitmen ikut membuat dunia yang lebih baik. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, dengan bangga kami sampaikan kalau sudah sampai di titik ini,” kata Tim Cook, CEO Apple, seperti tertera pada rilis resminya. Ia menambahkan, Apple juga mendorong bagaimana material produknya bisa didaur ulang.

“Kami sangat memperhatikan hal itu, termasuk para pemasok kami, untuk terus kreatif dan menemukan hal baru, karena kami yakin masa depan dunia sangat tergantung pada energi terbarukan,” tandasnya.

Apple tak membatasi sumber energi terbarukan yang bisa digunakan. Mulai dari cahaya matahari, angin, biogas, sistem mikrohidro dan teknologi penyimpanan energi. Saat ini Apple sudah mengoperasikan 25 proyek energi terbarukan yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Pembangkit tersebut secara total bisa menghasilkan listrik 626  megawatt (MW), di mana 286 MW di antaranya bersumber dari panas matahari dan sudah beroperasi tahun lalu. Masih ada 15 proyek yang sedang dikerjakan di 11 negara yang jika rampung, secara kumulatif energi yang dihasilkan akan mencapai 1,4 gigawatt (GW).

Sejatinya penggunakan energi terbarukan bukan hal baru bagi Apple. Produsen gadget berteknologi maju asal AS ini sejak 2014 sudah menggunakan energi terbarukan untuk semua data center-nya. Dimulai tahun 2011, Apple merilis proyek tersebut guna ikut mengurangi emisi gas buang hingga 54 persen. Target pengurangan itu setara 2,1 juta metrik ton gas CO2.

Beberapa proyek yang terkait dengan hal itu antara lain Apple Park, kantor pusat Apple di Cuppertino, California, AS. Kini gedung itu menjadi perkantoran terbesar di wilayah Amerika Utara yang sudah mendapat sertifika LEED-Platinum.

Sumber energi yang dipakainya beragam, mulai dari panel surya yang dipasang di atap gedung dan menghasilkan listrik 17 MW, lalu biogas berdaya 4 MW serta penyimpan energi terkontrol dengan microgrid. Saat gedung kantor tak terisi penuh, saldo energi yang dihasilkan gedung bisa disalurkan ke jaringan listrik lingkungan.

Masih di AS, data center-nya di Maiden, North Carolina, punya pembangkit energi sendiri berkapasitas 244 juta KWh per tahun, setara energi yang bisa digunakan untuk 17.906 unit rumah di negara bagian tersebut.

Sementara itu bekerjasama dengan perusahaan utilitas lokal di Reno, Nevada, NV Energy, sejak empat tahun lalu Apple mengembangkan empat pembangkit energi tenaga surya berkapasitas 320 MW.

Apple juga sudah menandatangani kontrak pembelian 200 MW dengan perusahaan pembangkit energi dari tenaga angin Montague Wind Power Project di Prineville, Oregon. Energi dari pembangkit ini baru akan disalurkan akhir 2019. Belum dipastikan sumber pembangkitnya, Apple juga berencana membangun data center seluas 3,71 ha di Waukee, Iowa, AS, dengan listrik dari energi terbarukan.

Di luar AS, Apple sedang membangun proyek pembangkit listrik tenaga angin dan panas surya di enam provinsi di China. Kapasitas totalnya 485 MW. Bermitra dengan perusahaan panel surya lokal Daini Denryoku, Apple sudah memasang panel surya di 300 atap gedung di Jepang. Sistem ini sudah menghasilkan daya 18.000 MW per tahun yang bisa menerangi lebih dari 3.000 unit rumah.

Hal yang sama dilakukan di Singapura, Apple telah memasang 800 unit panel surya di atap gedungnya yang ada di seantero negara kota itu. Dua data center terbarunya di Denmark juga sudah 100 persen menggunakan listrik dari energi matahari.

Sumber: Apple

 

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan