Andy Natanael: Developer Fokus Mengembangkan, Projek yang Memasarkan

Kamis, 12 Apr 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Andy Kesuma Natanael bukan nama baru di bisnis properti. Praktisi pemasaran properti ini sudah melanglang buana di banyak grup usaha developer ternama. Mulai dari Sinarmas Land, Summarecon, Paramount Land, Modernland, sampai Lippo dan Jababeka.

Andy Kesuma Natanael (paling kiri) bersama jajaran direksi PT Mekar Agung Sejahtera (MAS Group), pengembang perumahan Bali Resort, Bogor (Jawa Barat), dalam sebuah acara di Serpong, Tangerang (Banten), Rabu (11/4/2018).

Andy Kesuma Natanael (paling kiri) bersama jajaran direksi PT Mekar Agung Sejahtera (MAS Group), pengembang perumahan Bali Resort, Bogor (Jawa Barat), dalam sebuah acara di Serpong, Tangerang (Banten), Rabu (11/4/2018).

Awal tahun 2016 AKN, sapaan akrabnya, membuat aplikasi digital Projek untuk mempermudah orang mencari produk properti. Projek menghubungkan para pengembang proyek real estate dengan agen-agen properti yang mau bergabung dalam Projek. Saat ini ada tujuh perusahaan broker properti yang sudah tergabung: Century21, Era, Harcouts, LJ Hooker, Promex, Remax dan Ray White.

Menurut Andy, perkembangan teknologi digital yang sangat pesat dalam sekian tahun terakhir harus dimanfaatkan maksimal dalam pemasaran produk properti. Karena itu ia membuat Projek. Aplikasi ini diklaimnya akan memudahkan seseorang melihat produk properti tanpa harus membuka website resmi pengembangnya dengan domain www lagi. Jadi, lebih simple, praktis dan cepat.

“Saya punya idealisme menjadi developer tanpa harus memiliki lahan dan mengurus perizinan. Biar soal lahan dan perizinan menjadi fokus pengembang, sedangkan pemasaran produknya kita yang tangani, begitu juga pasar yang terus berubah, biar kami yang pikirkan,” katanya kepada housing-estate.com saat penandatanganan kerjasama pemasaran Projek dengan pengembang perumahan Bali Resort Bogor di Serpong, Rabu (11/4/2018).

AKN mengklaim, dengan Projek baik konsumen maupun pengembang akan mendapatkan nilai lebih. Konsumen misalnya, akan mendapatkan produk properti yang berkualitas karena Projek melakukan screening dulu terhadap proyek yang akan dipasarkannya. “Minimal harus dari pengembang yang telah terbukti bisa menyelesaikan tahapan pekerjaan proyeknya dengan baik,” ujarnya.

Saat ini ia menyebutkan, Projek menangani pemasaran proyek properti senilai lebih dari Rp8 triliun di berbagai lokasi, dengan range harga produk Rp300 juta hingga puluhan miliar rupiah per unit. Yang paling banyak ditransaksikan saat ini produk properti seharga Rp300 jutaan-1,5 miliar/unit. Sampai akhir tahun ini nilai produk yang dipasarkan Projek akan mencapai Rp10 triliun.

Ke depan, Andy menyatakan, Projek juga akan bekerja sama dengan perbankan untuk makin menjamin produk properti yang dipasarkannya hanya yang benar-benar aman dan berkualitas. Perbankan disebutnya sangat tertarik bekerja sama dengan Projek karena melihat potensi pembiayaan dari total nilai proyek yang dipasarkannya itu yang demikian besar.

“Saya orang yang menolak kalau bisnis properti dibilang turun. Yang benar, orang yang mau beli lagi turun. Makanya produk yang ditawarkan harus menarik dan itulah antara lain concern kami, bagaimana membuat produk yang ditawarkan menjadi menarik. Semua segmen properti sangat potensial selama produk yang ditawarkan menarik dan memang dibutuhkan,” jelas Andy.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan