Intiland Lansir Superblok Baru di Surabaya

Rabu, 18 Apr 2018 | Penulis: Nta

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Setelah sukses memasarkan proyek multifungsi Fifty Seven Promenade (3,2 ha) di kawasan Kebon Melati dekat Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, dalam waktu dekat PT Intiland Development Tbk akan melansir sebuah proyek superblok di Surabaya, Jawa Timur.  Berlokasi di Jalan Darmo Harapan 1 yang lebih dikenal dengan kawasan Segi Delapan, superblok tersebut diberi label Tierra.

Fifty seven promenade

Di bekas lahan Graha Residence (7,5 ha), Tierra akan dikembangkan dengan konsep holistik. David Hosea, Direktur PT Intiland Grande, anak usaha PT Intiland Development Tbk, menjelaskan maksud konsep tersebut adalah superblok didesain sebagai hunian terpadu yang nyaman, hijau, sehat dan berfasilitas lengkap.

“Semua bisa dipenuhi di sini dan dekat dengan fasilitas publik lain (di Surabaya),” kata David. Lokasinya strategis, sekitar 15 menit dari gerbang tol Kota Satelit (jalan tol Surabaya-Porong/Surabaya-Gempol), sekitar10-15 menit dari gedung perkantoran Spazio Building di Jalan Mayjen Yono Suwoyo yang juga dikembangkan Intiland.

Tierra merangkum apartemen, hotel, gedung perkantoran, aneka ruang komersial antara lain berbentuk mall dan shopping district. Superblok ini juga akan dilengkapi ruang terbuka dengan luas total satu hektare dan yang terbesar mencapai 7.000 m2. Ruang terbuka ini bisa dimanfaatkan publik untuk bersosialiasi, meeting point hingga beratraksi, karena akan dilengkapi perfoming stage.

Untuk memudahkan transportasi internal, Tierra akan menyediakan trem yang bersirkulasi di dalam mengelilingi kawasan. Peruntukan yang juga dipastikan ada di Tierra adalah co-working space. Ruang kerja bersama untuk berkolaborasi yang diberi nama SUBco ini sekarang sudah ada. Menurut David, ruang SUBco saat ini temporer, kelak akan dipindahkan ke gedung lain seiring pengembangan Tierra.

Tahap pertama diluncurkan dua menara apartemen setinggi 24 dan 14 lantai dengan pangsa pasar generasi milenial. Yang perdana Star Tower (24 lantai) berisi 638 unit tipe satu kamar tidur (KT) 29 m2 dan 2KT 55 m2.  Tidak tersedia tipe studio, karena menurut David, Tierra ditujukan sebagai tempat tinggal yang memiliki privasi yang tidak bisa diakomodasi oleh tipe studio.

Star Tower didesain dengan konsep dinamis dan menunjang gaya hidup praktis sesuai tuntutan generasi milenial. Memiliki dua basement untuk area parkir dan dua lantai terbawah dijadikan sebagai ruang ritel yang bisa diisi gerai laundry, klinik, kafe dan minimarket.

Setiap unit mempunyai balkon dan di setiap dua lantai akan tersedia plaza yang dirancang serupa lounge terbuka. Selain bisa dimanfaatkan untuk ruang bersosialisasi, plaza ini dibentuk untuk membuat sirkulasi udara di dalam apartemen tetap baik. Ruang bersosialisasi lain tersedia di lantai tiga, di area fasilitas yang antara lain berupa kolam renang serta di roof top.

Baik di dalam unit maupun di area publik akan tersedia jaringan WiFi yang mana menurut David akan menjadi fasilitas generik di Tierra. Sesuai pasar yang dibidiknya, apartemen dijual seharga mulai dari Rp600-an juta. Dalam periode launching Intiland menawarkan program pembayaran uang muka 15 persen yang bisa dicicil 24 kali sebesar Rp3 jutaan per bulan. “Cukup affordable untuk kaum milenial yang belum terlalu mapan baik yang single maupun yang sudah berkeluarga, jadi bisa double income,” terang David.

Menara perdana itu direncanakan mulai dibangun kuartal empat tahun ini dengan target serah terima tengah tahun 2021. Adapun menara kedua baru akan dipasarkan akhir tahun ini. Tierra sendiri secara resmi  baru akan diluncurkan bulan Mei.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan