Beda Ruang Beda Pula Karpetnya

Jumat, 20 Apr 2018 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Fungsi karpet mirip tikar, sebagai alas duduk lesehan dan beribadah. Tapi dengan kian berkembangnya bahan, motif, dan warnanya, fungsi karpet meluas sebagai elemen dekoratif juga. “Selain itu juga menjadi pembeda ruangan yang satu dengan yang lain,” kata Ardiansyah, seorang arsitek di Jakarta.

Biasanya karpet dipakai untuk ruang tertentu seperti ruang tamu dan kamar tidur. Pada kamar anak, karpet berfungsi sebagai area bermain dan juga bantalan untuk mengurangi cedera bila anak terjatuh.

Bahan karpet bisa wol, katun atau dan serat plastik. Produk bisa dipesan sesuai keinginan pembeli (custom), bisa juga dibeli jadi. Ada juga karpet dengan bahan, motif dan warna untuk ruang anak. Ada karpet yang diimpor jadi dari Iran, India, Turki, Eropa, China dan lain-lain, ada yang bahannya saja yang diimpor, kemudian diproduksi menjadi karpet di sini. harganya sangat bervariasi, mulai dari ratusan ribu sampai puluhan bahkan ratusan juta per lembar.

Bahan menentukan pilihan karpet. Untuk ruang anak sebaiknya pilih karpet dari bahan yang minimal menangkap debu karena debu bisa memicu alergi. Kalau lebih suka karpet dari bahan natural seperti wool dan katun, rajin-rajin membersihkannya. Sifat dasar karpet dust collector alias pengumpul debu. Jadi harus kerap dibersihkan Pilihan corak dan warnanya bebas sesuai selera atau disesuaikan dengan tema ruang, perabot dan aksesorisnya. Misalnya, kalau ruangannya modern simple, pilih karpet dengan motif polos atau simpel juga.

Karpet Ruang Tamu

Untuk ruang tamu atau area dengan aktivitas tinggi, pilih karpet berbahan polypropylene yang mudah dibersihkan jika terkena tumpahan kopi, es krim, dan sejenisnya. Tinggal dilap dengan lap basah. Kekurangan bahan ini, pilihan warnanya lebih terbatas dibanding karpet wol. Pada ruang tamu hindari memilih motif dan warna terang seperti putih agar karpet tidak terlihat cepat kotor.

karpet ruang tamu

Karpet Kamar Anak

Selain mudah alergi dengan debu, anak-anak juga lebih mudah menumpahkan makanan-minuman, ngompol atau bahkan muntah di karpet. Karena itu di kamar anak juga pilih karpet dari bahan sintetis yang mudah dibersihkan. “Bagian bawah karpet sebaiknya memiliki bantalan atau lapisan karet,” kata Ivon De Santo, arsitek sekaligus pendiri Simpliture Design+Branding (Jakarta). Fungsinya, supaya karpet mudah dilap, bisa menahan hawa dingin dari lantai (keramik atau beton), tidak mudah bergeser saat anak beraktifitas di atasnya, dan mengurangi potensi cidera bila anak terjatuh. Warna karpet sebaiknya serba cerah seperti magenta, shocking pink, biru, hijau, atau ungu dengan motif yang disukai anak-anak seperti tokoh animasi, flora, fauna, huruf, angka, sarana transportasi dan lain-lain. “Jangan pilih warna pastel (krem) atau putih, karena karpet jadi terlihat cepat kotor dan pemeliharannya lebih susah,” ujarnya.

karpet kamar anak

Karpet Kamar Utama

Sementara untuk kamar utama bisa dipakai karpet dari bahan natural seperti wol karena aktivitas di ruangan minimal. Hanya jika penghuni mau tidur dan bangun tidur saja dan mereka pasti tidak pakai alas kaki. Jadi karpet wol cocok. Kepadatan bulu karpet wol juga lebih tinggi sehingga nyaman diinjak. Pilihan warnanya pun lebih kaya dengan tone lebih tegas.

karpet kamar utama

Membersihkan 

Bersihkan karpet secara berkala seperti halnya menyapu dan membersihkan rumah. Jangan tunggu lama baru dibersihkan, karena debu dan kotoran lebih banyak terkumpul yang bisa mengganggu kesehatan penghuni rumah. Membersihkan dengan cara disikat atau dijemur tidak cukup karena tidak mematikan bakteri dan membuat debu serta kotorannya terangkat maksimal. Pembersihan terbaik dengan di-vacum.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan