Melirik Potensi Sewa Rusun Lansia

Selasa, 24 Apr 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Mengelola properti yang disewakan seperti tempat kos, gudang, hotel, vila ataupun properti sejenis lainnya bisa menjadi instrumen investasi yang menguntungkan. Sekarang ada juga pitenso penyewaan properti hunian untuk kalangan lanjut usia (lansia).

Suasana panti di bangunan lama

Suasana panti di bangunan lama

Yayasan Ria Pembangunan misalnya, memiliki Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti di Cibubur, Jakarta Timur, yang merupakan hunian sewa untuk kaum lansia. Tempat itu akhirnya dikembangkan menjadi rumah susun sewa (rusunawa) bertingkat rendah (tiga lantai) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mencakup 90 unit kamar berukuran 24 m2 per unit.

Suasana panti setelah diubah menjadi rumah susun

Suasana panti setelah diubah menjadi rumah susun

Menurut Solihatun, social worker di Yayasan Ria Pembangunan, yayasan ini menyediakan jasa untuk tempat tinggal dan penitipan lansia. Saat ini 62 kamar terisi, beberapa unit bahkan dihuni pasangan lansia dengan tiga grade unit: reguler, VIP dan VVIP untuk membedakan fasilitas yang didapat di dalam kamar.

“Tiga grade itui hanya untuk membedakan fasilitas. Yang reguler kamar saja yang mencakup tempat tidur, lemari, meja dan kamar mandi. Kalau yang VIP ruangannya ber-AC sementara yang VVIP kamarnya lebih luas, ada pekarangan dan dapur. Kalau untuk pelayanan, semua kamar sama,” ujarnya kepada housing-estate.com saat peresmian Rusun Lansia Yayasan Ria Pembangunan di Cibubur itu, Selasa (24/4/2018).

Biaya sewanya mulai dari Rp3,5 juta per bulan untuk yang reguler, Rp5 juta untuk VIP dan Rp8 juta untuk VVIP. Layanannya mencakup makan tiga kali sehari, snack, dapur umum, laundry hingga layanan kesehatan 24 jam. Ada juga ruang aula yang bisa digunakan untuk arisan atau kegiatan berkumpul lainnya selain guest house untuk menerima tamu dan keluarga yang ingin menginap.

Angklung, salah satu fasilitas untuk lansia berkegiatan di panti

Angklung, salah satu fasilitas untuk lansia berkegiatan di panti

Peserta lansia yang ingin mendaftar di sini usianya harus di atas 60 tahun, sehat, mandiri, atas keinginan sendiri dan memiliki keluarga sebagai penanggung jawab. Sebelumnya juga harus melakukan general check up kesehatan dan ada kunjungan ke rumah dari pihak yayasan. Proses ini bisa memakan waktu dua minggu sebelum lansia tersebut bisa tinggal di rusunawa ini.

Ada juga program tinggal sementara selama 10 hari dengan biaya Rp300 ribu/hari. Program ini ditujukan untuk para lansia merasakan suasana di tempat ini dan untuk kenyamanan penanggung jawab atau yang merawat bila harus pergi ke luar kota, orang lansianya bisa dititipkan sementara di rusunawa ini.

Suasana kamar di bangunan panti yang sudah berbentuk rusun

Suasana kamar di bangunan panti yang sudah berbentuk rusun

Untuk pelayanan kesehatan lainnya akan ada dokter umum, psikogeriatri, fisioterapi, perawat, dan sebagainya dengan total pekerja mencapai 45 orang. Ini belum termasuk tenaga koas (dokter magang) dan perawat dari berbagai instansi yang juga magang. Setiap hari juga selalu ada kegiatan dari berbagai lembaga sosial yang rutin datang ke tempat tinggal lansia ini.

“Penghuninya bukan hanya lansia dari Jakarta tapi juga Bandung, Jawa Timur, Sumatera, bahkan ada warga asing dari Belanda. Karena banyak kegiatan, penghuni di sini jadi lebih happy. Selama ini kami menawarkan hunian di sini melalui website dan dari informasi mulut ke mulut,” kata Solihatun.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan