Begini Perabot Ramah Anak

Rabu, 25 Apr 2018 | Penulis: Yoenazh Khairul Azhar

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - Perabot dan aksesoris kamar anak, terutama anak usia di bawah delapan tahun perlu sekali diperhatikan keamanannya. Risiko anak terantuk meja/kursi atau terkena pecahan kaca saat berlarian atau bermain harus dipertimbangkan. Karena itu untuk ruang anak pilih perabot yang meminimalisir bahaya itu.

perabot-ramah-anak

“Jadi tidak hanya layout ruangnya yang diatur, tapi juga perabot (dan aksesoris)-nya,” kata Ardiansyah, seorang arsitek di Jakarta. Arsitek sekaligus pendiri Simpliture Design+Branding (Jakarta) Ivon De Santo menambahkan, pemilihan perabot juga perlu memperhatikan fungsi atau kegunaannya. “Apakah untuk jangka waktu lama atau hanya selama usia balita. Pilihannya tentu akan berbeda,” ujarnya. Berikut tipsnya.

 

Bahan Yang Aman

Anak-anak terbilang aktif dan dinamis. Mereka suka berlari ke segala penjuru tanpa berpikir akan terjatuh atau terantuk. Karena itu perabot di rumah, apalagi di kamar anak, kata Ardiansyah, sebaiknya tidak terbuat dari kaca tapi kayu yang lunak dan hangat.

bahan-yang-aman

 

Kalaupun harus dari kaca, pilih kaca akrilik yang kuat dan lentur atau tempered glass yang kalau pecah, serpihannya tidak melukai. Perabot berbahan logam seperti alumunium atau stainless tidak dianjurkan. “Kecuali bentuknya membulat atau kurva (misalnya untuk kaki meja),” kata Ivon.

Pastikan juga finishing perabot seperti cat tidak dari bahan berbahaya yang mengandung merkuri atau timbal dan tajam baunya, serta tidak menempel di tangan saat diusap. Anak-anak suka memasukkan tangannya ke dalam mulut.

 

Tidak Tajam

Menurut Ivon, semua perabot dan aksesoris di kamar anak tidak boleh bersudut atau memiliki sendi tajam tapi round edges (membulat). Kalau tidak bisa dihindari, karena misalnya membeli perabot jadi atau sudah lama ada, lapisi setiap sendi dan sudutnya yang bisa melukai itu dengan bantalan lunak.

tidak-tajam-3 tidak-tajam-2

 

“Tumbuh kembang anak sangat cepat. Kita tidak perlu mengganti seluruh perabot untuk keamanan mereka. Kita bisa mencari solusi lain seperti menaruh bantalan di sudut (dan sendi) yang tajam. Setelah anak mulai besar dan mengerti, bantalan bisa dilepas,” ujar Ardiansyah. Bila perabot seperti ranjang cukup tinggi, pinggirannya diberi pagar pembatas atau railing.

 

Ringan

 

ringan

Aksesoris seperti frame, pajangan, jam meja, kotak penyimpan, lampu baca, dan lain-lain, selain tidak tajam dan terbuat dari bahan yang tidak mudah pecah, juga tidak berat.

 

Tidak Menonjol

bahan-ramah-anak

 

Desain dan bentuk pembuka laci atau lemari juga perlu diperhatikan agar anak tidak cedera atau terluka saat membentur atau menariknya. “Hindari bentuk pegangan laci atau lemari yang menonjol keluar, karena anak bisa cedera terantuk atau mengenai tonjolan tersebut. Bentuk pegangan berlubang ke dalam lebih dianjurkan,” kata Ivon.

 

Stop Kontak Berpelindung

stop-kontak-berpelindung

 

Soket, stop kontak, dan kabel-kabel untuk mendukung penerangan kamar anak juga harus aman, stabil, tidak mengelupas dan kelebihan beban. Di pasaran tersedia stop kontak dan soket yang dilengkapi pelindung sehingga tetap aman disentuh anak-anak.

 

Stopper

 

stopper

Agar tidak membahayakan anak, kita bisa menambahkan stopper (drawer stops) di setiap laci sehingga tidak bisa ditarik sampai habis keluar.

 

Cek Berkala

Perabot harus dicek secara berkala untuk memastikannya tetap ramah anak. Misalnya, pembatas ranjang tetap kokoh, soket/stop kontak dan kabel-kabel tetap aman, dan engsel atau sambungan pada pintu lemari dan laci-laci tetap berfungsi. Engsel dan sambungan lemari/laci yang kendur atau sudah berkarat bisa berakibat fatal saat anak membukanya.

cek-berkala

 

“Sebaiknya gunakan engsel atau sistem sambungan yang berkualitas baik dan tahan lama, kemudian cek secara berkala. Kalau ada sekrupnya yang longgar, segera kencangkan,” kata Ivon.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan