Budi Setiadharma: Astra Itu dari Otomotif, Jalan Tol Hingga Properti

Selasa, 15 Mei 2018 | Penulis: Yudis

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta - PT Astra International Tbk merupakan perusahaan konglomerasi terbesar di Indonesia. Didirikan sejak tahun 1957 dengan nama Astra International Inc dan berubah menjadi Astra International tahun 1990, gurita bisnis perusahaan dengan basis otomotif ini terus membesar dan merambah ke banyak bidang.

budi setia dharma

Menurut Presiden Komisaris Astra Budi Setiadharma, perkembangan Astra tidak terlepas dari basis bisnis perusahaannya. Dari bisnis otomotif, yang paling terkait langsung adalah bisnis jalan. Karena itu Astra juga menggarap bisnis infrastruktur dan saat ini telah memiliki enam konsesi jalan tol.

“Kalau Astra nggak masuk proyek jalan itu malah salah, karena dengan produk otomotif kita jadi seperti bikin penuh jalan. Makanya kita rambah juga jalan tol. Termasuk dulu waktu saya jadi Presiden Direktur Astra (2002-2005) mengembangkan small skill industry supaya nanti industri-industri kecil ini menjadi terampil dan bisa kita pakai (produknya) atau bisa mandiri,” katanya saat menghadiri pameran lukisan dari 16 negara yang diselenggarakan Meadows Indonesia di Jakarta awal Mei lalu. Budi sendiri merupakan penikmat lukisan dan memiliki 500-an koleksi lukisan karya pelukis lokal dan mancanegara.

Keenam ruas jalan tol yang dimiliki Astra melalui berbagai anak perusahaan dan  afiliasinya itu adalah Tangerang-Merak (74,25 km), Jombang-Mojokerto (40,5 km), Kunciran-Serpong (11,2 km), Semarang-Solo (72,6 km), Serpong-Balaraja (39,8 km) dan Cikopo-Palimanan (116 km). Jalan tol itu disebut pria kelahiran Solo, 26 Februari 1944, ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral perusahaan terkait dengan perkembangan bisnis otomotifnya.

Setelah itu bisnis lain yang juga dirambah Astra adalah properti. Berawal dari lahan kosong seluas satu hektar di belakang showroom Astra di koridor pusat bisnis Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, yang hanya dijadikan lahan parkir, dibangunlah Menara Astra yang menjadi salah satu gedung tertinggi di Indonesia. Dari sini pengembangan bisnis properti Astra terus berlanjut.

Setelah Menara Astra, proyek residensial premium pun digarap di lokasi yang sama bersama Hongkong Land, kemudian juga dengan Modernland hingga Sinar Mas Land di lokasi lain di megapolitan Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Total saat ini Astra memiliki tujuh pilar bisnis. Yaitu, otomotif, jasa keuangan, alat berat-pertambangan-energi, agribisnis, infrastruktur-logistik, teknologi informasi dan properti.

“Jadi, bisnis yang kita terapkan itu seperti sandang-pangan-papan, harus lengkap dan komprehensif. Kita akan coba kembangkan residensial yang mendekatkan dengan industri,  belajar dari perkembangan wilayah Jabodetabek selama 15 tahun terakhir, berkembang tanpa ada comprehensive planning. Ini akan coba kita ubah,” urainya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ikuti update berita properti terbaru. Follow
Beri Tanggapan